ANAMBAS – Pemerintah Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, menetapkan sejumlah program prioritas tahun 2025 yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD).
Fokus utama meliputi pembentukan Koperasi Merah Putih, program Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta program ketahanan pangan.
Kepala Desa Sri Tanjung, Penglek, menjelaskan bahwa koperasi Merah Putih sudah terbentuk, namun aktivitasnya belum berjalan karena masih menunggu regulasi dari tingkat atas. “Kalau BLT sudah terealisasi sampai bulan Agustus, sementara untuk ketahanan pangan masih tertunda karena Direktur BUMDes yang ditugaskan mengelola sedang berhalangan,” ujarnya kepada koranperbatasan.com di ruang kerjannya, Rabu, 10 September 2025.
Menurut Penglek, program ketahanan pangan akan segera dilanjutkan begitu kendala kepengurusan selesai. Sementara itu, Desa Sri Tanjung juga memanfaatkan DD untuk mendukung kegiatan fisik seperti penyelesaian lapangan terbuka yang dapat digunakan masyarakat, terutama untuk olahraga bola voli.
Untuk tahun 2025, Desa Sri Tanjung menerima Dana Desa (DD) sekitar Rp640 juta lebih dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp1,1 miliar lebih. ADD diprioritaskan untuk belanja gaji perangkat desa, tunjangan RT/RW, operasional kantor desa, serta kegiatan yang telah ditentukan mekanismenya sesuai aturan pemerintah.
Penglek menegaskan, pencairan dana baik DD maupun ADD sejauh ini tidak menemui kendala berarti. “Selama kegiatan sudah direalisasikan dan dokumennya lengkap seperti kuitansi, surat pertanggungjawaban, dan SKTJM—pencairan bisa langsung diajukan,” jelasnya.
Selain mengelola program yang bersumber dari DD dan ADD, Pemerintah Desa Sri Tanjung juga menaruh perhatian pada persoalan infrastruktur dasar yang masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Jalan poros utama desa dari Tanjung Baru hingga depan kantor KPU disebut mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan perbaikan.
Tak hanya itu, masalah air bersih juga menjadi sorotan. Desa Sri Tanjung telah memiliki tangki berkapasitas 50 ton bantuan dari pemerintah daerah, namun hingga kini sambungan pipa dan saluran rumah tangga (SR) belum terpasang. “Air sudah ada, tangki sudah berdiri, tapi pipa dan saluran ke rumah warga belum dibangun. Ini yang masih menjadi harapan kami kepada pemerintah daerah,” kata Penglek.
Ia berharap pemerintah kabupaten dapat memperhatikan kebutuhan infrastruktur dasar di Desa Sri Tanjung, baik jalan maupun air bersih, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (KP).
Laporan : Azmi










