“Cuaca panas berkepanjangan di Kota Tanjungpinang mulai berdampak pada sektor pertanian, dengan banyak kebun warga mengalami kekeringan dan tanaman yang menguning.”
Pekebun di kawasan Gunung Lengkuas KM 18 Kota Tanjungpinang, Yoyok, mengatakan bahwa cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat tanaman di kebunnya cepat menguning dan mengalami kekeringan.
TANJUNGPINANG – Cuaca panas yang melanda Kota Tanjungpinang dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat. Sejumlah pekebun mengeluhkan kondisi tanaman yang tidak tumbuh optimal akibat minimnya curah hujan.
Di kawasan Gunung Lengkuas KM 18, beberapa kebun milik warga terlihat mulai mengalami kekeringan. Tanaman yang sebelumnya tumbuh subur kini tampak menguning bahkan sebagian mulai mengering.
Yoyok (nama samaran), salah seorang pekebun, mengaku kesulitan menjaga kondisi tanamannya akibat cuaca panas yang tidak kunjung berubah.
“Saya sudah menanam berbagai jenis tanaman, tapi karena cuaca panas yang tidak biasa ini, tanaman saya jadi lebih cepat menguning dan kering,” ujarnya saat ditemui, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Ia juga mengaku khawatir jika kondisi tersebut terus berlanjut tanpa adanya hujan.
“Saya khawatir kalau hujan tidak segera turun, tanaman saya bisa rusak dan saya mengalami kerugian,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pekebun lainnya, Tio (nama samaran), yang mengatakan bahwa kondisi cuaca saat ini terasa tidak seperti biasanya.
“Cuaca panas ini sangat tidak biasa. Sudah beberapa minggu hujan tidak turun. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau hujan tidak segera datang,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal dan berpotensi mengganggu hasil panen.
Para pekebun berharap agar cuaca segera kembali normal sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
“Kami hanya ingin tanaman kami tumbuh dengan baik dan bisa mendapatkan hasil panen. Kami berharap kesulitan ini bisa segera teratasi,” ujar Tio.
Kondisi ini menjadi perhatian karena sektor pertanian merupakan salah satu penopang kebutuhan pangan masyarakat. Jika cuaca panas terus berlanjut tanpa adanya hujan, dikhawatirkan akan berdampak pada hasil produksi kebun masyarakat di wilayah tersebut. (KP).
Laporan: Novita










