
Dalam ekspedisi tersebut, DEMA STAI Natuna mengirim tiga pengurus intinya, yakni Sekretaris Sonia, Bendahara Sarmila, serta anggota Divisi Kebudayaan dan Pariwisata Daeng Siti Rabiatul Ulmi.
Sonia, selaku Sekretaris DEMA, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa bisa terus diadakan secara berkelanjutan untuk menumbuhkan cinta terhadap budaya lokal di kalangan pemuda Natuna.
“Semoga melalui kegiatan ini, remaja dan pemuda semakin mencintai warisan budaya dan tempat wisata lokal yang kita miliki, dan menjaga agar tidak hilang di tengah arus zaman,” ujarnya.
Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi tentang geopark di Geological Information Center (GIC), dilanjutkan dengan gotong royong dan pemasangan papan informasi di situs Batu Rusia. Para peserta kemudian melanjutkan perjalanan ke situs sejarah Mail di Desa Sebadai Ulu sebelum bermalam di kawasan wisata syariah Sujung dalam rangkaian Fun Camp.
Malam hari diisi dengan penyegaran materi, api unggun, dan sesi yel-yel antarkelompok. Keesokan paginya, para peserta mengikuti senam bersama dan kegiatan outbound yang ditutup dengan pembagian hadiah, foto bersama, dan persiapan pulang.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah dan budaya, tetapi juga mempererat solidaritas dan kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas lokal seperti Kompas Benua dan Nanta Geopark Youth Forum (NGYF). (KP).
Kontributor : Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Islamika STAI Natuna
Editor : Dhitto










