ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Kesehatan PPKB terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB, Yessy Ariessandy, S.Farm., Apt., menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan program Pelayanan Kesehatan Bergerak sejak 2025 dengan tujuan mendekatkan layanan kesehatan ke desa-desa yang sulit dijangkau.
“Visi dan misi kami mengikuti visi misi kepala daerah. Salah satu program prioritas yang kami jalankan adalah pelayanan kesehatan bergerak untuk menjangkau masyarakat di desa terpencil agar memperoleh hak layanan kesehatan yang sama dengan masyarakat di perkotaan,” ungkap Yessy kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu 03 September 2025.
Pelayanan kesehatan bergerak menghadirkan tenaga medis hingga dokter spesialis langsung ke desa-desa yang ditetapkan sebagai lokus sulit dijangkau berdasarkan pemetaan Kementerian Kesehatan. Bentuk layanan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, pelayanan KB serentak, hingga pelayanan spesialis.
“Memang tidak semua desa bisa langsung dijangkau sekaligus. Kami lakukan secara bertahap setiap tahun sesuai peta Kemenkes. Harapannya, semua masyarakat Anambas, baik di perkotaan maupun di pulau terpencil, bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama,” jelas Yessy.
Selain pelayanan bergerak, Dinas Kesehatan juga gencar melakukan promosi kesehatan melalui media sosial dan situs resmi untuk mengedukasi masyarakat. Upaya ini ditujukan agar kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat.
Dari sisi fasilitas, penguatan layanan terus dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit. Ketersediaan sumber daya manusia menjadi perhatian khusus, terlebih dengan adanya peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah Anambas dari tipe D menjadi tipe C yang dibangun langsung oleh pemerintah pusat.
“Kami memikirkan kebutuhan SDM, peralatan, obat-obatan, dan sarana prasarana. Rumah sakit baru ini adalah stimulus besar bagi peningkatan layanan kesehatan Anambas. Kami berharap dengan dukungan lintas sektor, pelayanan rumah sakit ini bisa berjalan optimal,” katanya.
Menurut Yessy, pelayanan kesehatan bergerak menjadi inovasi unggulan Dinas Kesehatan Anambas. Kondisi geografis kepulauan dengan jarak tempuh yang jauh dari pusat kabupaten membuat masyarakat di pulau-pulau kecil sulit mengakses layanan kesehatan reguler.
“Rentang kendali di Anambas sangat jauh. Dengan pelayanan kesehatan bergerak, kami yang datang ke masyarakat, bukan sebaliknya. Ini cara kami memastikan masyarakat di desa-desa terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan setara dengan warga kota,” tegasnya.
Yessy menutup dengan harapan agar program ini terus berlanjut dan semakin luas cakupannya di tahun-tahun mendatang. “Yang utama adalah masyarakat punya hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan kesehatan. Kami ingin masyarakat Anambas bisa mendapatkan pelayanan maksimal, baik di perkotaan maupun di pulau terpencil,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah pusat, daerah, dan lintas sektor, Dinas Kesehatan Anambas menargetkan pelayanan kesehatan semakin merata dan berkesinambungan, sejalan dengan visi kabupaten mewujudkan masyarakat maju dan sejahtera. (KP).
Laporan : Azmi










