ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, memimpin Apel Siaga Bencana Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Bola Kaki Sulaiman Abdullah, Tarempa, Kamis (4/9/2025).
Kegiatan ini diawali dengan konvoi kendaraan penanggulangan bencana yang dimulai dari Masjid Agung Baitul Ma’mur hingga lapangan tempat apel berlangsung.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga masyarakat, dunia usaha, hingga media yang terlibat dalam upaya kesiapsiagaan bencana di wilayah kepulauan.
“Mengingat kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang rawan bencana, kita semua harus siap menghadapi setiap kemungkinan dengan sigap dan bijaksana. Tidak seorang pun menginginkan bencana terjadi, tetapi ketika itu datang, kita wajib tanggap,” tegas Bupati.
Bupati juga menyinggung insiden kebakaran kapal saat geladi bersih simulasi penanganan bencana di Laut Tarempa baru-baru ini. Ia menyampaikan keprihatinan atas kerusakan berat yang dialami kapal BPBD, meski seluruh kru berhasil selamat berkat kerja sama cepat tim dari Basarnas, Damkar, TNI AL, Polairud, nelayan, dan masyarakat.
“Sebagai pimpinan daerah, saya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelamatan tersebut,” katanya.
Dalam pidatonya, Bupati Aneng mengingatkan bahwa wilayah Anambas setiap tahun berpotensi mengalami bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi geografis kepulauan juga membuat masyarakat harus selalu waspada terhadap gelombang tinggi yang kerap mengganggu akses transportasi laut maupun udara.
Ia menyinggung sejumlah kejadian bencana yang pernah melanda, termasuk banjir bandang di Tarempa dan Jemaja pada 13–14 Januari 2018, serta banjir pada 19 November 2023 yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian material.
“Pengalaman pahit ini harus menjadi pelajaran berharga. Apalagi BMKG memprediksi akhir tahun 2025 akan terjadi peningkatan curah hujan dan angin kencang yang berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan gelombang tinggi,” ujar Bupati.
Dalam apel tersebut, Bupati menekankan empat hal penting sebagai arahan kesiapsiagaan bencana:
- Memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor antara BPBD, TNI-Polri, OPD, relawan, dan masyarakat.
- Menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan, termasuk posko, peralatan evakuasi, serta jalur komunikasi darurat.
- Mensosialisasikan informasi peringatan dini secara cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat.
- Mengutamakan langkah preventif melalui edukasi agar masyarakat selalu siaga, memahami jalur evakuasi, dan tidak panik saat bencana terjadi.
“Apel siaga ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum penguatan komitmen kita untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus kita junjung,” tegas Aneng.
Bupati menutup arahannya dengan ajakan menjaga soliditas, disiplin, dan kepedulian. Ia berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama mencurahkan tenaga dan komitmen untuk melindungi Anambas dari ancaman bencana.
“Samakan langkah, satukan tekad, gerak cepat, tanggap bencana. Mari kita wujudkan Anambas yang aman, selamat, dan terlindungi,” pungkasnya.
Apel siaga bencana ini menegaskan keseriusan pemerintah daerah menghadapi musim hujan dengan risiko tinggi di penghujung 2025, sekaligus menunjukkan kesiapan kolaboratif seluruh pihak menjaga keselamatan masyarakat. (KP).
Laporan : Azmi










