
Ketua panitia, Fitri Wulandari, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan semata, melainkan juga mampu memberikan pengalaman berharga, menyampaikan narasi sejarah melalui media sosial, serta menumbuhkan semangat pelestarian budaya,” kata Fitri.
Sesi utama kegiatan meliputi gotong royong pembersihan dan pemasangan papan informasi di situs Batu Rusia, penelusuran narasi sejarah Mail di Desa Sebadai Ulu, serta penyampaian cerita rakyat setempat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Fun Camp bertema Wisata Syariah di Pantai Sujung, yang diselingi dengan pemaparan materi penyadaran budaya, api unggun, yel-yel kelompok, senam pagi, outbound, dan pembagian hadiah.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi refleksi bersama dan foto dokumentasi, sebelum kembali ke kediaman masing-masing.
Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif lintas organisasi di Natuna dalam mempromosikan pendidikan sejarah berbasis pengalaman langsung. Kompas Benua menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak dalam pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya lokal, serta menjembatani generasi muda dengan akar identitas daerahnya. (KP).
Kontributor : Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Islamika STAI Natuna
Editor : Dhitto










