Ikan Pari Hiu yang Masih Ditemukan di Kepulauan Riau

oleh -1.667 views
Annisa

Penulis : Annisa

Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Jurusan Ilmu Kelautan


IKAN KEMEJAN sebutan nelayan setempat untuk ikan Pari Hiu dengan nama latin Rhyncobathus Australia, salah satu hewan laut yang masih banyak ditemukan di sekitar perairan laut Provinsi Kepulauan Riau.

Ikan ini dinamakan Pari Hiu karena sebagian tubuhnya berbentuk seperti Ikan Pari dan sebagian lagi berbentuk seperti Ikan Hiu. Ukuran maksimal ikan ini berkisar antara 1,8 meter sampai 3 meter. Ikan ini banyak hidup di perairan pantai sampai ke paparan benua.

Ikan Pari Hiu atau sering disebut ikan Hiu Kemejan ini sering tertangkap oleh nelayan Kawal Kabupaten Bintan dan sekitarnya yang mencari ikan di perairan laut Kepulauan Riau.

“Selain menangkap ikan, kadang-kadang ikan hiu juga tersangkut di jaring dan yang paling sering ikan Kemejan itu,” ujar Pak Guntur, salah satu nelayan di Desa Jeropet, Kawal, Kabupaten Bintan, ketika diminta keterangan  Rabu, 11 Desember 2019.



Ikan kemejan atau ikan pari hiu selain dijual tubuhnya, siripnya juga dijual terpisah dengan harga yang cukup tinggi. Sirip hiu dipercaya baik untuk kesehatan dan obat kanker bagi masyarakat China. Namun, untuk mendapatkan sekilo sirip hiu dibutuhkan banyak hiu karena hanya bagian siripnya saja yang diambil. Sedangkan tubuh hiu dijual dengan harga yang jauh dibawah sirip hiu.

Ikan Hiu Kemejan yang masih hidup biasanya dijual untuk dijadikan pengisi akuarium atau untuk di kembang biakkan. Negara yang selalu membeli sirip hiu ini adalah negara Singarpura dan China karena mayoritas masyarakatnya adalah etnik China yang biasa mengonsumsi sirip hiu. Sedangkan yang membeli ikan Hiu Kemejan hidup hanya Singapore.

“Sekarang tangkapan hiu sudah mulai dikurangi karena toke enggak mau ambil sirip hiu dulu. Karena perizinan dari pemerintah untuk ekspor sulit, tapi kalau untuk dijual lokal masih boleh,” tambah Pak Guntur.

Berdasarkan hasil wawancara, Pak Guntur menyatakan bahwa nelayan setempat tidak mengambil semua jenis hiu yang terjerat terjaring saat menangkap ikan. Nelayan setempat hanya mengmabil hiu-hiu yang boleh ditangkap saja. Sedangkan untuk hiu yang dilindungi akan dilepaskan kembali. Selain kesadaran nelayan, pemerintah juga ikut andil dalam hal ekspor sirip hiu yang didapatkan dari nelayan Kawal dan sekitarnya. (KP).


Kiriman Pembaca koranperbatasan.com Minggu, 15 Desember 2019



Memuat...