“Jasa pengiriman barang Y&A Tanjungpinang menjadi perbincangan masyarakat karena dinilai berhasil membuka akses distribusi kebutuhan ke wilayah kepulauan seperti Midai dan Kabupaten Kepulauan Anambas.”
Adelia, Owner jasa pengiriman Y&A Tanjungpinang, menjelaskan perjalanan usahanya yang kini melayani pengiriman barang dari Tanjungpinang menuju Midai dan Kabupaten Kepulauan Anambas, saat diwawancarai di kediamannya di Perumahan Jala Bestari Batu 8 Atas, Senin (3/3/2026) pukul 10.00 WIB.
TANJUNGPINANG – Adelia menuturkan, usaha yang ia bangun sejak 2022 tersebut awalnya hanya berupa jasa titip (jastip) kecil-kecilan untuk membantu keluarga dan tetangga di kampung halaman. Ia membelikan kebutuhan yang sulit didapat di wilayah kepulauan, lalu mengirimkannya melalui kapal.
“Awalnya hanya membantu keluarga. Lama-lama permintaan meningkat karena dipromosikan dari mulut ke mulut,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, Y&A mulai menata sistem kerja lebih profesional. Beragam kebutuhan kini dilayani, mulai dari handphone, pakaian, perlengkapan sekolah, hingga perabotan rumah tangga.
Untuk paket olshop seperti pakaian dan perabot kecil, tarif jasa titip dikenakan Rp9.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai terjangkau oleh pelanggan. Salah satu pengguna jasa berinisial B menyebut tarif tersebut tidak memberatkan.
“Masih terjangkau, yang penting barang sampai aman dan tidak perlu repot datang sendiri,” katanya.
Sementara untuk kebutuhan lain seperti sembako, buah-buahan, sayuran, hingga kursi, sistemnya berbeda. Y&A hanya membantu mencarikan dan membelikan barang sesuai pesanan, sedangkan biaya lori atau pengangkutan dibayarkan langsung oleh pelanggan kepada pihak terkait.
Wilayah layanan Y&A meliputi Midai serta Kabupaten Kepulauan Anambas, termasuk Tarempa, Letung, dan Palmatak. Seluruh proses dilakukan dari Kota Tanjungpinang sebagai titik pengumpulan barang sebelum dikirim ke pelabuhan tujuan.
Arianto, yang menjadi bagian dari tim Y&A, mengatakan kehadiran jasa kirim ini sangat membantu masyarakat kepulauan.
“Dulu warga harus menunggu kapal dan datang sendiri ke Tanjungpinang untuk belanja. Sekarang cukup kirim daftar barang, kami yang belikan dan kirim,” jelasnya.
Proses dilakukan secara bertahap mulai dari pembelian, pengecekan, pengemasan, hingga pengantaran ke pelabuhan. Sistem tersebut dijalankan dengan mengedepankan tanggung jawab dan transparansi biaya.
Keberadaan Y&A dinilai bukan hanya mempermudah distribusi barang, tetapi juga membantu roda ekonomi masyarakat kepulauan tetap bergerak. Dari usaha kecil membantu keluarga, kini berkembang menjadi layanan yang dipercaya masyarakat lintas pulau. (KP).
Laporan: Venti










