NATUNA (KP),- Meski baru tiga bulan resmi menjabat sebagai Kepala Desa Pulau Tiga, Rozain mengaku sudah mengantongi berbagai program kerja yang mengarah pada pelayanan secara maksimal dan kesejahteraan masyarakat.
Usai dilantik pada tanggal 22 Januari 2020 kemarin, Rozain berencana akan melakukan pembenahan kegiatan disejumlah instansi yang ada di desanya seperti keberadaan Posyandu, Bumdes, PKK, dan Karang taruna, baik secara struktur maupun fungsi serta tupoksinya.
“Kalau untuk program yang lainnya seperti fisik, alhamdulillah sudah kita lakukan dan telah dikerjakan. Tinggal finishing saja, seperti pemasangan batu miring di RT 0, RT 05, dan jalan kuburan,” ujar Rozain, menjawab koranperbatasan.com, Senin, 04 April 2020 di Posko Karantina Covid-19 Desa Pulau Tiga.
Ketiga kegiatan ini, kata Rozain merupakan program prioritas pembangunan fisik yang diusulkan pada tahun 2019 lalu. “Prioritas pada masa kades lama. Jadi kami hanya menjalankan perencanaan tahun 2019 kemarin. Alhamdulillah kita sekarang sudah membelikan mesin pencacah sampah, dan tosa untuk mengangkut sampah dan ini merupakan perencanaan anggaran 2020,” terangnya.
Menurut Rozain, semua program tersebut sudah dikerjakan hanya tinggal menyiapkan perbaikan administrasinya saja. “Fokus kami hari ini, memang pada sampah, dan kami kemarin sudah membuat Perdes mengenai sampah ini. Jadi kita lagi menunggu Perbub kewenangan dari kabupaten, dan alhamdulillah baru selesai,” tuturnya.
Dalam kondisi Pandemi Covid-19 ini, lanjut Rozain, pihaknya agak sedikit sibuk melakukan pembenahan. “Ada banyak yang kita lakukan pembenahan di desa ini. Pertama Perdes harus segera kita munculkan. Sebelum kita mengeluarkan Perdes, seperti Perdes mengenai air dan sampah, kita perlu membuat Perdes kewenangan terlebih dahulu di desa,” jelasnya.
Perdes tentang sampah kata Rozain, merupakan salah satu program prioritas Desa Pulau Tiga. “Kami berharap kedepan suplai sampah di desa tidak dibawa ke kabupaten, tetapi akan kita tampung disini saja. Sekarang ini program kami di desa sudah ada petugas sampah. Jadi setiap RT sudah ada petugasnya, mereka inilah yang ditugaskan untuk mengangkut sampah disetiap rumah warga,” pungkasnya.
Lebih jauh diterangkannya, meski sudah berhasil dibasmi, namun bukan berarti sudah selesai. “Kita tetap perlu Perdes dan kesadaran masyarakat itu sendiri agar tidak membuang sampah di laut lagi. Jadi upaya ini menjadi kerja keras kami semua. Kami juga sudah membuat surat himbauan kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di laut,” imbuhnya.
Sebagai Kepala Desa terpilih, Rozain, berharap adanya kemajuan dan peningkatan perekonomian didaerahnya. “Harapan saya, tidak ingin masyarakat jatuh miskin. Jadi memang ada dampak dirasakan masyarakat. Kalau memang bisa masyarakat terkena dampak Covid-19 segera dibantu,” cetusnya.
Jika memungkinkan lanjut Rozain, bantuan tersebut dibagikan kepada semua warga kecuali Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Yang kami sulitkan seperti itu, dikala jumlah data penerima terbatas. Sedangkan masyarakat ramai, otomatis tentu akan ada banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan bantuan ini. Jadi dari pihak desa, tetap memilih yang termiskin, janda, dan orang tua yang sudah tidak bisa bekerja lagi,” tutupnya. (KP).
Laporan : Riduan










