NATUNA (KP),- Sejak bulan Januari 2020 Kasi Lalulintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Ranai, Tedy Wibisono, Amd, Lm, SH menyebutkan tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Natuna.
Hal tersebut dikarenakan banyak pelabuhan internasional yang tutup termasuk bandara. Sampai saat ini, bandara dan pelabuhan internasinal tersebut belum di buka kembali. “Jelas sekali penurunan dari hari-hari biasanya. Jadi kita selama 1 Januari sepertinya tidak ada kunjungan dari wisatawan,” kata Tedy kepada koranperbatasan.com di ruang dinasnya, Kamis 02 Juli 2020.
Tutupnya dua jalur keluar masuk orang maupun barang bertarap internasional tersebut tidak hanya membuat Natuna kehilangan wisatawan. Juga berdampak pada penundaan pemberangkatan warga Natuna ke tanah suci. “Pengurusan paspor juga terkendala karena efek dari penerbangan tutup semua. Yang ingin berangkat haji saja ditiadakan tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, terdapat sekitar 35 orang tahanan Warga Negara Asing (WNA) yang rencananya akan dipulangkan ke negaranya juga ikut tertunda. “Ada juga tahanan yang masih menunggu untuk dipulangkan ke Vietnam sebanyak 35 orang. Cuma itu bakan bagian saya, ada bagian tersendiri, tapi mereka juga menunggu pesawat untuk dipulangkan ke Vietnam. Untuk sementara ini, tidak ada penambahan tahanan,” terangnya.
Hanya saja kemarin lanjut Tedy, dapat info dari angkatan laut, mereka ada menangkap 9 WNA, itu nantinya akan dilimpahkan ke kami. “Tapi sekarang kita belum terima masih dalam proses Kejasaan. Untuk sementara ini, ABK dan Nakhoda kapalnya memiliki dokumen yang sah dan lengkap dan akan dikarantina,” jelasnya.
Menurut Tedy, sepanjang tahun ini belum dapat diprediksi apakah dua pintu keluar masuk jalur internasional tersebut akan normal. “Kalau saya lihat sampai akhir tahun masih belum. Karena hanya beberapa negara tertentu saja bisa masuk di Indonesia. Kita lihat yang bisa masuk di eropa saja hanya beberapa negara. Jadi buat warga negara asing juga begitu, belum bisa,” pungkasnya.
Sebelum mengakhiri pembicaraan, Tedy berharap semoga masa pandemi Covid-19 segera berakhir. “Semoga berlalu Covid-19 ini. Karena semua aspek pemerintahannya juga terasa. Apa lagi untuk masyarakat sekitar, untuk ekonominya belum bisa berjalan dengan baik. Tapi untuk Natuna masih zona hijau, masih normal. Coba kalau di daerah-daerah lain, agak ketat,” tutupnya. (KP).
Laporan : Boy Iqbal / Suryanti










