NATUNA – Kepala MAN 1 Natuna, Samsu Nazaruddin, S.Ag., menekankan pentingnya peningkatan penghargaan, kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi para guru. Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Senin, 24 November 2025.
Samsu mengapresiasi rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI yang diselenggarakan PGRI Bunguran Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berjalan cukup baik dan layak ditingkatkan agar memberikan dampak lebih besar kepada profesi guru dan dunia pendidikan.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan PGRI. Semoga ke depan semakin ditingkatkan kualitas dan manfaatnya,” ujarnya.
Dalam momentum peringatan Hari Guru pada 26 November mendatang, MAN 1 Natuna juga akan mengadakan kegiatan internal. Samsu Nazaruddin memastikan bahwa peran siswa akan tetap dilibatkan sebagai panitia, sementara pelaksana utama tetap para guru.
“Sekolah melibatkan siswa sebagai panitia, namun tetap guru yang menjadi pelaksana utama,” jelasnya.
Selain kegiatan seremonial, Samsu Nazaruddin menegaskan bahwa sekolah akan memberikan apresiasi khusus kepada para guru agar keberadaan dan kontribusi mereka semakin dihargai oleh siswa maupun masyarakat.
“Guru harus merasakan bahwa kehadirannya diakui oleh siswa dan masyarakat,” tambahnya.
Samsu Nazaruddin menegaskan kembali posisi guru sebagai figur utama dalam menentukan keberhasilan generasi bangsa. Menurutnya, ungkapan “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” sering kali hanya menjadi kalimat formal, sementara jasa guru pada kenyataannya sangat besar dan nyata.
“Guru itu digugu dan ditiru. Keberhasilan siswa tidak terlepas dari peran guru. Jasanya sangat banyak, bukan sekadar slogan,” tegas Samsu Nazaruddin.
Salah satu pesan paling krusial yang disampaikan Samsu adalah harapan peningkatan kesejahteraan guru serta perlindungan terhadap berbagai tindakan atau aturan yang berpotensi mengintimidasi tenaga pendidik.
Samsu Nazaruddin menyoroti bahwa setiap laporan atau dugaan pelanggaran terhadap guru harus melalui proses pemeriksaan yang adil, bukan tindakan sepihak.
“Kami berharap tidak ada tuduhan sembarangan. Semua harus diperiksa dulu agar guru tidak takut menjalankan tugas hanya karena kesalahan kecil,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi intimidatif dapat menurunkan keberanian guru dalam mendidik dan menghambat proses pembelajaran.
Di akhir wawancara, Samsu Nazaruddin mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih bijak menanggapi informasi yang beredar. Setiap persoalan, menurutnya, harus ditinjau kembali sebelum mengambil tindakan.
“Segala persoalan pasti ada penyelesaiannya. Kami harap masyarakat meninjau kembali setiap masalah agar tidak terjadi tindakan sepihak,” katanya.
Samsu Nazaruddin juga berharap pemerintah daerah dapat turut hadir sebagai mediator antara sekolah dan masyarakat guna menjaga situasi kondusif dan mencegah persoalan berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah menjadi penengah dan memberikan pemahaman agar masalah-masalah seperti ini tidak terus berlanjut,” tutupnya. (KP).
Laporan : Nisa Andini
Editor : Dhitto










