Operasi SAR dilakukan dengan menyisir area sekitar kebun yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Berbagai peralatan canggih dikerahkan, termasuk motor lapangan, peralatan mountaineering, drone thermal (UAV), serta alat komunikasi dan keselamatan pendukung lainnya.
Namun, medan yang curam dan vegetasi lebat menjadi tantangan tersendiri. Pencarian juga terhambat karena kondisi pencahayaan yang minim saat malam mulai turun.
“Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar korban bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” lanjut Abdul Rahman.
Hingga malam ini, upaya pencarian masih terus berlangsung. Pihak SAR juga mengimbau masyarakat sekitar untuk segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. (KP).
Kontributor : Humas Basarnas Natuna
Editor : Dhitto










