Lis Darmansyah menambahkan, kehadiran pemerintah dalam aktivitas keagamaan masyarakat seperti kegiatan Magrib dan Subuh Keliling, merupakan wujud keterlibatan langsung dalam mendengar dan menyelesaikan persoalan sosial dari akar rumput. Menurutnya, masjid harus menjadi tempat interaksi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat.
“Masjid tidak cukup hanya menjadi tempat ibadah. Ia harus jadi pusat peradaban, menyatukan, mengayomi, dan merawat semangat gotong royong,” tegas Lis Darmansyah.
Ketua Pembangunan Masjid As Salam, Sarafudin Aluan, mengisahkan perjalanan panjang surau ini sejak didirikan pada 1992. Sejak 2006, pengembangan bangunan dilakukan secara bertahap dengan modal swadaya jemaah.
Sarafudin Aluan mengingat kembali bahwa pembangunan fasilitas ibadah kerap menjadi perjuangan bersama, bahkan ketika dirinya dan Lis Darmansyah masih sama-sama duduk di DPRD.










