Pembunuh Istri Karyawan Mitra Ogan Dihukum Mati

oleh
Tersangka-yang-dikenakan-hukuman-mati-saat-memperagakan-kronolagis-pembunuhan

BATURAJA (KP),- Majelis hakim Pengadilan Negeri Baturaja menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Rahmat Sumaidi alias Medi. Ia merupakan terdakwa kasus perampokan yang disertai pembunuhan terhadap Hermin Widayati, istri mantan manajer PT Mitra Ogan Darsono. Peristiwa keji ini terjadi di kediaman Hermin di Lr Bersama, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur pada April 2018 lalu.

Sidang yang yang berlangsung, Kamis (10/1) sekitar pukul 15.30 Wib tersebut dipimpin Dedi Irawan SH dengan hakim anggota Feri Irawan SH dan Rahmad Fajeri SH. Majelis hakim membacakan amar putusan dengan nomor Amar Putusan Nomor: 441/Pid.BTA/2019.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHPidana terhadap Hermin Widayanti dengan menjatuhkan hukuman Pidana Mati terhadap terdakwa,” ujar Dedi Irawan yang merupakan ketua majelis hakim saat membacakan vonis. Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut 20 tahun penjara pada 6 Desember lalu.

Vonis yang lebih berat ini karena pertimbangan alat bukti dan sebagainya. Hukuman mati ini merupakan pertama sepanjang sejarah Pengadilan Negeri Baturaja. Atas putusan tersebut, kuasa hukum Medi, Bambang Irawan SH menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan JPU yang menyatakan pikir-pikir.

Selama persidangan, keluarga Hermin memenuhi sekitar ruang sidang. Penjagaan ketat juga dilakukan oleh Polisi maupun JPU. Usai mendengarkan pembacaan vonis oleh hakim, Medi langsung dibawa ke Rutan Sarang Elang Baturaja. Kasi Intel Kejari OKU Abunawas SH mengatakan, putusan tersebut lebih berat dibandingkan tuntutan JPU.

“Tuntutan 20 tahun penjara terhadap terdakwa sesuai dengan perbuatannya yakni melanggar pasal 365 jo 338 KUHP dengan ancaman Hukuman 20 tahun penjara. Namun putusan hakim lebih tinggi,” jelas Abunawas.

Sementara pihak keluarga Hermin lega mendengar putusan hakim tersebut. Apalagi, keluarga Hermin menginginkan hukuman yang seadil-adilnya terhadap Medi yang diduga melakukan pembunuhan berencana. Pembunuhan ini dipicu oleh rasa sakit hati Medi karena ia tak dipinjami uang oleh Hermin. (Syahril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *