Meskipun belum ada inovasi spesifik yang besar, siswa sudah mulai dilatih berkreasi, misalnya melalui pembuatan produk dari barang bekas sebagai bentuk pembelajaran berbasis proyek. Suryadi menambahkan, pendidikan karakter telah terintegrasi dalam kurikulum sekolah.
“Dalam pembelajaran mendalam itu sudah termasuk nilai-nilai seperti sapa, senyum, dan hidup bersih. Sebelum pelajaran dimulai, anak-anak berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan melaksanakan pembelajaran sesuai nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
Terkait penanganan kasus bullying, Suryadi menegaskan bahwa sekolah menanganinya dengan serius.
“Kalau ada kasus bullying, pertama kita panggil anak yang bersangkutan, lalu kita cari solusi bersama. Bila tidak selesai, baru kita panggil orang tuanya dan laporkan ke pengawas sekolah. Namun sejauh ini belum ada kasus berat, hanya sebatas ejek-ejekan biasa,” terangnya.
Selain itu, guru juga memiliki strategi untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, seperti mengadakan remedial dan bekerja sama dengan orang tua.
“Kalau anak masih kesulitan, kami panggil orang tuanya untuk membantu membimbing di rumah. Jadi guru dan orang tua harus bekerja sama,” ujarnya.
BACA JUGA : Kyai Budi Nurhamid: Pendidikan Kunci Majukan Natuna di Usia 26 Tahun
Terkait pendanaan, ia menjelaskan bahwa pengelolaan Dana BOS di SDN 004 Ranai sudah berjalan baik dan sesuai aturan, meskipun penggunaannya terbatas.
“Dana BOS itu sudah diatur, misalnya 10% untuk buku, 20% untuk honor, dan 20% untuk pemeliharaan. Tidak boleh untuk pembangunan baru, hanya perbaikan,” jelasnya.
Suryadi berharap masyarakat dan orang tua memahami pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Masalah pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru, tapi juga masyarakat, orang tua, dan pemerintah. Ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam menghadapi era digitalisasi.
“Kami harap pemerintah melengkapi sarana dan prasarana, terutama perangkat komputer untuk asesmen berbasis digital. Sekolah-sekolah masih banyak yang kekurangan,” ungkapnya.
Suryadi juga berharap pemerintah terus memberi perhatian agar kebutuhan sarana dan prasarana sekolah dapat terpenuhi sesuai tuntutan zaman.
“Mudah-mudahan pemerintah lebih memperhatikan sarana prasarana sesuai kebutuhan di era digital ini,” pungkasnya. (KP).
Laporan : Nisa










