
Program penukaran uang ini tidak hanya fokus pada distribusi uang layak edar, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Edukasi tersebut mencakup perawatan uang rupiah dan penggunaan uang secara bijak untuk mendukung stabilitas ekonomi daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi hingga tengah hari ini melibatkan sekitar 300 warga. Mereka antusias menukarkan uang lusuh dengan pecahan baru dalam suasana yang tertib dan kondusif.
“Kami dari BI selalu siap memenuhi kebutuhan, termasuk logam jika memang diminta. Tapi untuk saat ini, logam tidak kami bawa karena tidak ada permintaan sebelumnya. Namun stok selalu kami siapkan,” jelas Sofyan.
Setelah Tarempa, Tim Ekspedisi BI Kepri akan melanjutkan kegiatan ke Pulau Midai dan beberapa pulau lainnya dalam rangkaian kunjungan ke lima pulau. Total modal yang disiapkan untuk seluruh titik kegiatan mencapai Rp13 miliar, yang akan didistribusikan secara merata di wilayah-wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).
Bank Indonesia juga menggandeng bank-bank daerah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, sekaligus memperluas edukasi terkait peran penting rupiah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional. (KP).
Laporan : Azmi










