ANAMBAS – Program kas keliling dan edukasi rupiah dari Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) disambut antusias oleh masyarakat di Pulau Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan yang berlangsung dalam rangka Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 ini berhasil menyerap Rp1,9 miliar dari total Rp2,6 miliar uang yang dibawa khusus untuk titik Tarempa.
Ketua Tim Ekspedisi BI Kepri, Sofyan Hadi, menyampaikan bahwa tingginya permintaan uang pecahan kecil dari masyarakat membuat Bank Indonesia fokus membawa nominal kecil mulai dari Rp20.000 hingga Rp1.000 dalam kegiatan ini. Sementara uang logam tidak dibawa karena tidak terdapat permintaan dari masyarakat sebelumnya.
“Kami sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait mengenai estimasi kebutuhan. Jadi uang yang kami bawa memang disesuaikan dengan permintaan masyarakat, terutama pecahan kecil,” kata Sofyan, Rabu 20 Juli 2025.
Sofyan menjelaskan bahwa uang pecahan kecil lebih cepat rusak dan tidak layak edar, sehingga permintaan terhadap uang baru cukup tinggi di kalangan pedagang, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.
“Selama ini uang pecahan kecil yang sudah lusuh masih disimpan dan beredar. Dengan adanya layanan ini, masyarakat sangat terbantu karena bisa menukarkan langsung ke BI,” tambahnya.










