KABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPARLEMENTARIAPENDIDIKANRAGAM PERBATASAN

Perkuat Literasi Daerah, Dispusip Natuna dan HMI Resmi Jalin Kerja Sama Inklusif

×

Perkuat Literasi Daerah, Dispusip Natuna dan HMI Resmi Jalin Kerja Sama Inklusif

Sebarkan artikel ini
Potret suasana saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perpustakaan Daerah H. Idrus M. Tahar dengan HMI Cabang Natuna.

NATUNA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Kabupaten Natuna resmi menjalin perjanjian kerja sama (MoU) dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna sebagai bagian dari program jangka panjang penguatan literasi daerah.

Penandatanganan MoU ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan diskusi dan bedah buku Ideologi Gerakan Pasca Reformasi karya As’ad Said Ali, yang berlangsung di Perpustakaan Daerah H. Idrus M. Tahar, Ranai, Sabtu 21 Juni 2025.

BACA JUGA: Kepala Dinas Perpustakaan Apresiasi HMI Natuna, Dorong Literasi Jadi Gerakan Sosial Inklusif

Kepala Dispusip Natuna, H. Erson Gempa Afriandi, S.Sos., MA., yang turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi inklusi pustaka dalam merespons kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

“Latar belakangnya jelas, kita ingin mendorong peningkatan literasi sekaligus minat baca masyarakat. MoU ini adalah wujud nyata kolaborasi antara lembaga dan organisasi pemuda untuk mendekatkan perpustakaan kepada publik,” ujar Erson.

Menurutnya, literasi dan tingkat gemar membaca memiliki indikator berbeda. Minat baca diukur dari frekuensi membaca, jumlah buku yang diakses, dan penggunaan internet untuk kegiatan literatif.

Sementara literasi lebih menyasar aspek infrastruktur seperti ketersediaan pustaka, pustakawan, hingga jumlah koleksi buku.

“Keduanya harus dibangun bersama,” tegasnya.

Erson menjelaskan bahwa kerja sama dengan HMI akan terfokus pada pengembangan program inklusi sosial pustaka, termasuk kegiatan literasi tematik, pemberdayaan ekonomi, seni budaya, dan pelatihan generasi muda.

Erson juga menyebut bahwa ini merupakan kerja sama ketiga dengan organisasi kepemudaan, setelah sebelumnya bersama Kompas Benua dan Natuna Sastra.

Dalam arah kebijakannya, Erson turut memperkenalkan program baru bertajuk “AKAD” akronim dari Aksi Karya Anak Daerah yang mewajibkan setiap mahasiswa asal Natuna yang tergabung dalam IPMKN (Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna) di berbagai kota besar untuk menyetorkan skripsi atau tesis mereka ke Dispusip Natuna.

Baca Juga:  Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi RI Kunjungi Anambas  

“Tujuannya agar pustaka menjadi pusat rujukan hasil karya anak daerah sendiri. Saat ini sudah ada 40 naskah yang kami arsipkan, termasuk tesis S2 anak saya yang menjadi yang pertama menyerahkan,” tuturnya.

Erson menekankan pentingnya menjadikan pustaka sebagai ruang hidup yang progresif. Melalui program inklusi, pustaka kini bukan sekadar tempat membaca, tapi menjadi pusat interaksi, kreativitas, dan inovasi sosial. Ia berharap HMI dapat terus melahirkan gagasan-gagasan segar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Natuna.

“Saya ingin HMI tidak berhenti pada kegiatan bedah buku. Harus muncul ide-ide baru, mungkin soal budaya, ekonomi, atau pemberdayaan masyarakat. Kami hanya siapkan ruang dan fasilitas, ide datang dari mereka. Dan itu yang kita dorong,” ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen literasi jangka panjang, Dispusip Natuna juga telah menerapkan konsep pembangunan pustaka berbasis 5D: Desain, Dislokasi, Diversifikasi, Digitalisasi, dan Door Prize. Kelima aspek ini menjadi kerangka kerja dalam transformasi pustaka agar lebih inklusif, atraktif, dan berdaya guna di tengah masyarakat. (KP).


Laporan : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *