KABAR PERBATASANNATUNAPOTRET PERBATASAN

Saat Dibutuhkan Speed Boat Puskel dan Kecamatan Berbayar, Warga Keberatan

×

Saat Dibutuhkan Speed Boat Puskel dan Kecamatan Berbayar, Warga Keberatan

Sebarkan artikel ini
Joko Suprianto warga Sedanau dan Speed Boat Puskesmas Keliling

NATUNA – Warga Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Joko Suprianto keluhkan penggunaan Speed Boat Puskesmas Keliling (Puskel) dan Speed Boat Kecamatan di daerahnya berbayar.

Pasalnya ketika warga dari Sedanau dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dearah (RSUD) Natuna untuk berobat harus mengeluarkan uang pribadi yang tidak sedikit.

“Setiap warga dirujuk ke rumah sakit ingin menggunakan Puskel atau speed kecamatan harus bayar,” ungkap Joko kepada koranperbatasan.com melalui telepon saluler, Senin, 13 Desember 2021.

Selaku warga sekaligus Ketua RT 004 RW 003, ia merasa keberatan dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh warga tersebut. Menurutnya, penggunaan Speed Boat Puskel  yang diperuntukan melayani warga seharusnya tidak berbayar.

Hal tersebut membuat dirinya merasa heran lalu mempertanyakan penyebab harus berbayarnya penggunaan Speed Boat Puskel tersebut.

“Bayarnya satu juta lima ratus ribu rupiah, malahan lebih murah kita sewa speed pribadi,” ujarnya.

Speed Boat Kecamatan.

Menanggapi itu, Kepala Puskesmas Sedanau, Dr. Wan Ari mengatakan selama ini anggaran operasional Puskel untuk rujukan berobat ke RSUD Natuna belum tersedia.

“Belum pernah dianggarkan, masih di bikin Perbup untuk tahun depan,” katanya kepada koranperbatasan.com melalui telepon saluler.

Katanya, bagi warga yang ingin menggunakan jasa Puskel tersebut, mau tidak mau harus mengeluarkan uang dari kantong pribadi.

“Jika mau menggunakannya harus keluar duit,” ujarnya.

Ia mengaku tidak punya wewenang untuk mengeluarkan anggaran terkait hal tersebut. Karena uang yang ada hanya untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal serupa juga disampaikan oleh Camat Bunguran Barat, Tri Didik Sisworo. Kata Didik, anggaran operasional penggunaan Speed Boat Puskel dan Speed Boat Kecamatan untuk keperluan berobat serta lainnya belum dianggarkan.

Baca Juga:  Ronny Kambey: Jangan Membuat Aturan Mengkerdilkan Rakyat

“Untuk pelayanan kita ada Puskel, tetapi memang harus bayar,” ucapnya saat diminta keterangan melalui telepon saluler.

Didik memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kabupaten terkait hal tersebut. Maka dari itu, ia meminta kepada masyarakat untuk bisa bersabar.

“Di Musrenbang sudah kita usulkan, semoga teralisasi, karena ini untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui keberadaan Pulau Sedanau Kecamatan Bunguran Barat dengan Ranai, Ibukota Kabupaten terpisah oleh lautan. Transportasi yang digunakan berupa kapal cepat jenis ferry dengan jarak tempuh lebih kurang 30 menit perjalanan.

Transportasi laut itu berhenti di Pelabuhan Desa Binjai, penumpang kemudian melanjutkan perjalanannya menggunakan angkutan darat jenis taxi (mobil-red) menuju Ranai, Ibukota Kabupaten Natuna dengan jarak tempuh lebih kurang 20 menit perjalanan. (KP).


Laporan : Johan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *