NATUNAPENDIDIKAN

SDN 001 Ranai Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Metode Kreatif dan Kurikulum Merdeka

×

SDN 001 Ranai Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Metode Kreatif dan Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini
Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 001 Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Supirman, S.Pd.I, menjawab pertanyaan koranperbatasancom di Ruang Tata Usaha, Selasa, 21 Januari 2025.

NATUNA – Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 001 Ranai, Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, Supirman, S.Pd.I, memastikan sekolahnya berkomitmen memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Wajib Memenuhi Kualifikasi Akademik, Kompetensi, Sertifikat Pendidik dan Memenuhi Kualifikasi lainnya.

Kata Supirman, para guru diwajibkan mempersiapkan berbagai aspek penting untuk mendukung proses belajar. Para guru pengajar juga harus setingkat Strata 1 (S1) dan memiliki sertifikat pendidik. Sekolah juga harus dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap seperti media pembelajaran, alat praktek, dan buku-buku pembelajaran sesuai dengan kurikulum saat ini yaitu kurikulum merdeka

“Alhamdulillah kalau kita melihat sarana prasaran sudah hampir lengkap dan kita sekarang ini menggunakan kurikulum merdeka. Jadi dari kelas 1 sampai kelas 6 itu semuanya sudah terpenuhi. Menggunakan anggaran dari pemerintah yaitu Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” ungkap Supirman kepada koranperbtasan.com di Ruang Tata Usaha SD Negeri 001 Ranai, Selasa, 21 Januari 2025.

Menurutnya metode pembelajaran yang diterapkan mendorong kreativitasan dan keterampilan berupa praktek langsung. Para guru juga memberikan bimbingan serta nasehat positif kepada anak didik agar mengikuti proses pembelajaran dengan baik serta penerapan tugas latihan baik lisan maupun tulisan. Termasuk menerapakan kegiatan tugas kelompok antar murid dan tugas mandiri di rumah. Semua ini dilakukan untuk memberikan dampak peningkatan belajar signifikan

Kata Supirman penerapan pendidikan yang diberikan tersebut sesuai dengan perkembangan anak dengan cara memantau setiap perkembangan melalui kegiatan ekstra kurikuler dan IMTAQ JUMPA serta program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

“Program ini penerapanya sesuai dengan bakat dan minat anak-anak. Misal bakatnya di bidang olahraga atau ekstra drum band. Lalu kita membuat form untuk dijadikan kegiatan ekstra kurikuler, disitulah kita melihat sesuai dengan minat dan bakat. Kemudian dari segi proses pembelajaran secara umum kita dapat melihat dari hasil akhir ujian formatif dan sumatif itu semuanya di atas rata-rata Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Artinya disitulah tingkat ketercapaian proses pembelajar dan tingkat minat anak,” ujarnya.

Baca Juga:  Kalaksa BPBD Natuna Himbau Bersama Selamatkan Alam

Supirman menjelaskan pemilihan minat dan bakat anak didik pertama kali dimulai ketika masuk kelas 1 atau awal tahun pelajaran. Mereka bebas memilih apa yang sesuai dengan kompetensi dan minat bakat yang dinginkan serta tidak adanya unsur paksaan untuk anak memilh

SDN 001 Ranai juga memberikan buku penunjang bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan bernama PIP tersebut berasal dari pemerintah sehingga semuanya diberlakukan sama tidak ada perbedaan. Pihaknya juga menyoroti pentingnya peranan orang tua terhadap anak yang mengalami kondisi kesulitan belajar.

“Ini ada beberapa faktor, setelah kita melihat. Yang pertama faktornya orang tua. Orang tua ini kadang kurang memperdulikan tidak menghiraukan anaknya. Tentu proses belajaran anak akan terganggu. Kemudian yang kedua juga faktor dari orang tuanya yang sudah tidak ada lagi, mohon maaf sepert anak yatim piatu kemudian tinggal sama nenek atau saudaranya. Perhatian dari selain orang tuanya itu tidak maksimal namun upaya yang kita lakukan dengan cara memberikan perhatian lebih dan secara khusus dan kita gratiskan satu stell seregam sekolah saat pertama masuk sekolah di kelas satu,” terang Supirman.

Sebelum mengakhiri Supirman meminta adanya kerjasama antara orang tua murid dengan sekolah. Para orang tua murid juga harus memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya dalam menuntut ilmu di bangku sekolah. Tujuannya agar minat belajar anak terus meningkat.

“Kepada orang tua kami berharap bisa menyatukan visi dan misi di sekolah. Jadi orang tua tidak serta-merta 100 persen melepaskan pendidikan anaknya kepada guru. Guru itu punya kewajiban hanya sekian jam di sekolah. Tetapi yang lebih menentukan adalah orang tuanya di rumah. Artinya tolong perhatikan anak di rumah cek waktu belajarnya apakah mereka belajar dan tanyakan ada tidak tugas diberikan oleh guru di sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Gerakan Pemuda Ansor Natuna Adakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar

Malamnya lanjut Supirman, para orang tua harus mengingatkan kepada anak-anaknya untuk mengulangi pelajaran yang telah diberikan di sekolah. Penerapan tersebut bisa dengan cara menanyakan kepada anak-anak apa pelajaran besok yang harus mereka siapkan. Seperti menyiapkan buku perlengkapan belajar dan lain-lain jangan sampai mereka hadir di sekolah tanpa perlengkapan.

“Ingatkan mereka jangan sampai di sekolah ada buku ketinggalan, pena ketinggalan, dan salah pakai baju, karena hal-hal seperti ini sering terjadi,” tegas Supirman.

Supirman juga berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait memperhatikan sarana prasana sekolah untuk kenyamanan belajar siswa. Agar dalam proses belajar mengajar tidak terganggu. Perhatian tersebut bisa berupa memperbaiki banguna sekolah yang sudah lama dan memiliki banyak kerusakan seperti atapnya bocor. Artinya harus segera diganti yang baru.

“Harapannya kalau nanti kami mengajukan proposal tentunya mereka selaku pihak mengambil kebijakan merealisasikan itu. Kalau kita menggunakan dana BOS tidak mencukupi dan hanya bisa kita lakukan perbaikan skala kecil. Kemudian kalau ada kebijakan-kebijakan pemerintah baik di Kemendikbud maupun di provinsi segera mensosialisasikan kepada sekolah. Agar setiap perubahan-perubahan aturan tersampaikan kepada kami selaku pendidik,” tutup Supirman. (KP).


Laporan : Dhitto


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *