Siapkan Delapan Ekor Sapi, Yunalis : “Tidak Ada Perayaan Selain Memotong Hewan Kurban”

oleh -469 views
Kepala-Desa-Limau-Manis-Yunalis

LIMAU MANIS (KP),- Kepala Desa Limau Manis, Kecapatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Yunalis, memastikan tetap akan memotong hewan kurban yang merupakan salah satu tradisi lama didaerahnya pada setiap Hari Raya Idul Adha.

Menurutnya, pemotongan hewan kurban tersebut akan dilakukan pada lebaran pertama Idul Adha 1441 Hijriyah. “Nanti sistem pembagiannya menggunakan kupon. Setelah holat pardu ashar biasanya masyarakat akan datang ambil. Kurban ini memang dari masyarakat yang dikelola oleh Pengurus Masjid Al-Munawaroh,” kata Yunalis kepada koranperbatasan.com dikediamannya, Senin 20 Juli 2020.

Yunalis menyebutkan, dari hasil kelolaan pengurus rumah ibadah itu, Desa Limau Manis tahun ini berhasil mengumpulkan sebanyak delapan ekor sapi kurban. “Untuk Desa Limau Manis tahun ini ada 8 ekor sapi yang akan dikurbankan. Mungkin di Kecamatan Bunguran Timur Laut kita adalah yang terbesar. Karena dari camat juga meminta data,” ujarnya.

Setelah di potong, daging hewan kurban tersebut lanjut Yunalis akan dibagikan kepada seluruh Kepala Keluarga (KK). “Jumlahnya nanti di lihat dari berapa banyak daging kurban yang ada. Kalau disini sistemnya bagi rata. Misalnya 8 ekor dapat 200 kilo, maka akan kita bagi rata per KK. Memang kurban ini bagi yang mampu, tapi pas pula Desa Limau Manis ada 8 RT,” terangnya.

Selain kurban, Yunalis melihat tidak ada kegiatan rutin jenis lain didaerahnya pada setiap Hari Raya Idul Adha. “Sebelumnya juga memang tidak ada. Tapi kalau Sholat Idul Adha tetap akan kita laksanakan seperti biasa di masjid,” tegasnya.

Terkait daging hewan kurban, Yunalis mengatakan hanya akan dibagikan kepada warga yang beragama Islam saja. “Jumlah KK di Desa Limau Manis ada 229, kecuali non muslim. Kalau tahun dulu kita hanya 5 ekor sapi saja. Tahun ini meningkat, jadi 8 ekor,” pungkasnya.

Yunalis berharap Idul Adha tahun depan ada peningkatan jumlah. Bagi masyarakat yang mampu kiranya bisa melaksanakan kurban. “Karena di samping beribadah, kita pun bisa membantu sesama. Dengan adanya ini, sekurang-kurangnya mereka yang tidak mampu, bisa menikmati daging kurban dari yang mampu,” tutupnya. (KP).




Laporan : Sandi / Amir Hamzah



Memuat...