TANJUNGPINANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Anak Melayu (Geram) Kepri Bersatu, Provinsi Kepulauan Riau melakukan audiensi dengan Pemerintah Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Rabu 09 Maret 2022.
Kehadiran organisasi yang menyebut dirinya Bela Melayu tersebut disambut baik oleh Camat Bukit Bestari, Husain Alhamid, S.Ip. Pertemuan singkat penuh makna yang berlangsung di ruang dinas camat tersebut dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Geram Kepri Bersatu, Aryandi, SE mengungkapkan keberadaan Geram Kepri Bersatu telah ada sejak tahun 2015 lalu. Saat ini Geram Kepri Bersatu juga telah memiliki perwakilan dan tersebar secara merata di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Saat itu, Aryandi juga sempat memaparkan program-program yang sudah berhasil dilaksanakan serta memastikan Geram Kepri Bersatu siap bersinergi dengan pemerintah di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka mempercepat pembangunan daerah.
“Melalui pertemuan ini kami nyatakan siap bersinergi, mendukung program-program kerja Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam hal apapun, termasuk program Kecamatan Bukit Bestari, terutama di bidang budaya dan pariwisata,” ungkap Aryandi.
Kata Aryandi, salah satu agenda rutin Geram Kepri Bersatu adalah pengenalan Tanjak Warisan Alam Melayu kepada setiap instansi pemerintahan termasuk syi’ar cara menggunakan kain samping warisan budaya Melayu.
“Kami juga sudah menyiapkan program kerja kedepan untuk diusulkan kepada pemerintah salah satunya mengenai Tanjak Warisan Alam Melayu dan satu hari berpakaian Melayu seperti hulubalang memakai keris dan tanjak bagi pelayanan setiap instansi pemerintah,” papar Aryandi.
Camat Bukit Bestari, Husain Alhamid, S.Ip mengapresiasi niat baik, ide serta gagasan Geram Kepri Bersatu. Ia menilai program-program yang disampaikan Geram Kepri Bersatu merupakan salah satu dari upaya mengangkat kembali budaya Melayu.
“Kedepan kita jadwalkan pertemuan lagi agar Geram bisa menjelaskan filosofi dan adat pemakain Tanjak Warisan. Saya berharap keberadaan Ormas Geram sebagai bentuk perpanjangan tangan pemerintah untuk mengenalkan dan menjaga budaya warisan Melayu. Saya sangat mendukung program yang di sampai tadi,” imbuhnya. (KP).
Laporan : Deny Jebat










