NATUNA – “Sedanau Kota Bermarwah” adalah slogan sebuah pulau apung bernama Sedanau terletak di daerah perbatasan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada di sebelah Barat, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Menurut putra daerah yang lahir di pulau itu, Kasyifal Ghammi Thaib, S.Kom, pemenang terbaik pertama kegiatan sayembara slogan Kota Sedanau yang diadakan tahun 2012 silam “Marwah” merupakan cerminan harga diri dan derajat yang dapat membawa nama baik dan wibawa daerah.
Sedangkan disebut “Bermarwah” adalah daerah yang menghargai sejarah, adat dan budaya.
“Maka dari itu, marilah bersama-sama kita menjaga daerah kita menuju kejenjang lebih arib dan bijaksana dalam segala segi kehidupan,” ungkap Kasyifal Ghammi Thaib kepada koranperbatasan.com di tulis melalui pesan WhatsApp, Rabu, 18 Agustus 2021.

Kata Ifal, panggilan sehari-hari Kasyifal Ghammi Thaib salah satu dari sekian banyak putra terbaik di pulau apung itu. “Sedanau Kota Berwarwah” ialah slogan yang menggambarkan segi kehidupan didalamnya, yaitu Bersih, Mandiri, Adil, Ramah, Amanah dan Harmonis.
Menurut Ifal, “Bersih” dimana Sedanau berkeinginan menjadi kota yang bersih, tercemin dari kepedulian masyarakat, pemerintah, LSM dalam menanggulangi sampah. Ia memastikan, Sedanau telah difasilitasi pemerintah untuk menampung sampah di tempat yang telah disediakan.
“Kebersihan sebagian dari pada iman, maka dari itu Sedanau bersih terbukti pemimpin dan masyarakatnya beriman semua,” ujarnya.
Kemudian “Mandiri” tercermin adanya keberhasilan karya dari berbagai bidang kehidupan yang mampu membuat sejarah Sedanau terkenal di khalayak ramai. Salah satu bukti nyata keberhasilan karya terciptanya Tarian Keramat Binjai.
Sedangkan “Adil” terang Ifal meratanya pembagian koata pembangunan di seluruh sektor yang mampu membuat Sedanau tidak terlihat adanya kesenjangan sosial ditengah masyarakat.
“Buktinya pembangunan daerah yang merata dan adanya kepedulian terhadap orang tua yang kurang mampu (BAZ) serta program peduli masyarakat miskin,” terangnya.

Selanjutnya “Ramah” kata Ifal merupakan ciri khas masyarakat Sedanau. Dalam hal terbukti ada banyak pendatang asing yang berhasil dalam perekonomian tanpa adanya unsur pemerasan, anarkis, pembedaan ras dan sebagainya, sehingga terciptanya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
Kemudian wahdaniah lanjut Ifal, adalah persatuan pendapat, sesuai dengan rintisan UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar negara. Dimana setiap keputusan mestilah dilakukan dengan musyawarah, agar menemukan satu pendapat yang tidak menimbulkan kerugian sebelah pihak.
“Semoga pemimpin Sedanau menjadi orang yang arib dan bijaksana dalam menentukan pendapat untuk masyarakat banyak,” imbuhnya.
Begitu pula dengan “Amanah” Ifal memaknainya sifat yang harus dimiliki setiap insan yang hidup di bumi. Pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang amanah. Maka dari itu, Sedanau mesti mempunyai pemimpin dan masyarakat yang amanah terhadap tugas dan kewajiban. Amanah dengan masyarakat dan amanah terhadap Allah SWT.
“Jika ini dilakukan, Insya Allah terciptalah Sedanau kota yang berwibawa sesuai dengan slogan Sedanau Kota Bermarwah,” tuturnya.
Terakhir kata Ifal “Harmonis” adalah rangkuman dan inti dari permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat, terlihat dari kerukunan hidup antar umat beragama.
“Kalaulah kita sudah dapat mencerminkan kehidupan harmonis diantara sesama makhluk ciptaan tuhan, maka tidak akan pernah terjadi hal-hal yang merusak kehidupan. Sedanau sudah mulai membuktikan kehidupan yang harmonis. Sehingga dapat membuat kota menjadi bermarwah,” cetusnya.

Ifal juga menyebutkan di balik slogan, ada visi dan misi. Visinya yaitu Mandiri, Adil Berpendidikan. Sedangkan Misinya adalah Mendu (Makmur, Etnis, Natural, Domestik, dan Ukhuwah).
“Makmur, masyarakat Sedanau dapat mencerminkan kehidupan yang merata dan tidak memilki kesenjangan sosial diantara sesama baik dalam pemerintahan maupun lingkungan hidup. Etnis, kekuatan dasar persatuan (agama, adat, suku, dan budaya),” ungkapnya.
Sedangkan Natural, adalah keaslian kota masih bisa dipertahankan, seperti bumi yang subur, tidak adanya penebangan hutan disembarangan tempat, terjaga keaslian ekosistem laut serta penggunaan bahasa ibu yang masih menonjol.
Begitu juga dengan Domestik, memiliki PAD, bandar ekonomi yang strategis seperti pelabuhan bongkar muat, jalan yang lebar dan rata, kerjasama ekonomi dengan pihak luar negeri yang dapat meningkatkan devisa daerah.
“Kalau Ukhuwah, adalah kedamaian dalam bekerjasama dan mampu menjalin hubungan antar sesama umat beragama, menuju persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya. (KP).
Laporan : Johan










