Tarik Ulur Pelaporan Pejabat Lingga Atas Seorang Wartawan

oleh -282 views
Surat-Tanda-Terima-Laporan-Polisi

LINGGA (KP),- Mengacu pada pemberitaan sebelumnya atas pelaporan wartawan media online indigonews.id oleh Pejabat Lingga salah satunya Kabag Humas dengan delik telah membuat dan menyebarkan berita bohong pada bulan Maret 2020 yang lalu membuat Pauzan selaku terlapor wartawan indigonews.id angkat bicara.

Diakui oleh Pauzan, yang mana dirinya sekarang bergabung di Galaksi Kepri bahwa dirinya belum pernah dipanggil oleg pihak Polres Lingga atas laporan yang dilakuka oleh Kabag Humas Jumadi. “Saya belum pernah dipanggil oleh Polres Lingga, seputar laporan dari Jumadi,” tutur Pauzan ketika berada di Ibu Kota Provinsi Kepri  Tanjungpinang, 7 Agustus 2020.

Pauzan lanjut mengungkapkan, setelah berselang dua hari pihak Polres Lingga melakukan pemanggilan atas dirinya. “Namun dua hari berselang, bahwa sekitar pagi ada petugas dari pihak Polres Lingga, menelpon, agar dapat hadir di Polres Lingga guna mendengar pelapor dan yang mana berbuntut laporan itu akan dicabut oleh Jumadi,” ungkap Pauzan lagi.

Atas pemanggilan lewat telehopne tersebut, maka Pauzan yang didampingi rekan-rekannya yaitu LSM Galaksi Kepri, akan berangkat menuju ke Lingga sesuai perintah Polres Lingga.

Sementara itu, salah satu wartawan nasional media online telah membaca berita yang telah diterbitkan oleh indignews.id katika itu, seputar Pulau Katang yang diduga terjual untuk industri destinasi wisata serta dilengapi oleh bukti vidio dari masyarakat, menurutnya wartwan indigonews.id tersebut, benar membuat pemberitaan itu.

“Namun kalau ada pejabat yang mau melaporkan itu haknya mereka. Karena pejabat  seperti bupati dan kepala dinas kan yang punya wilayah,” ungkap wartawan yang tidak mau disebutkan namanya, ketika berada di Tanjungpinang, Senin 9 Agustus 2020.

Selain itu, Ketua Galaksi Kepri Zulkipli juga mengungkapkan dirinya menyambut baik dengan penerimaan investasi oleh Pemerintah Lingga, namun alangkah baik Pengelolaan atas Pulau Katang ini hanya sebatas dikontrakkan atau disewa bukan dijual.



“Sangat mendukung kalau pemerintah Lingga akan menerima investasi baik itu dari dalam negeri maupun luar negara. Namun alangkah bagusnya, pulau yang dikehendaki oleh penginves tadi, harus dikotrakan atau disewa bukan dijual,” tutur Zulkipli kepada media koranperbatasan,com ketika ditemui di Tanjungpinang,  Senin 9 Agustus 2020.

Diketahui, telah diterimanya laporan resmi tersebut oleh Polres Lingga, namun hingga saat ini  laporan tersebut, belum diproses oleh Polres Lingga. Dan ketika koranperbatasan.com mengkonfirmasi ke Jumadi melalui WhatsAap seputar realisasi laporan itu, Jumadi hanya membaca permintaan media dan tidak memberikan jawaban. (KP).


Laporan : Aman

Editor : Riduan


.


Memuat...