NATUNA – Panitia Persiapan Musyawarah Besar (Panitia Mubes) masyarakat Natuna dan Anambas terus bekerja keras mewujudkan mimpi terbentuknya provinsi di salah satu daerah perbatasan yang bersifat khusus.
Ketua Panitia Mubes, H. Umar Natuna menyebut saat ini masyarakat dua kabupaten yang terkenal kaya akan hasil Sumber Daya Alam (SDA) berupa ikan dan gas bumi tersebut sedang mengadakan ramah tamah membicarakan persiapan menuju Mubes.
“Saat ini ramah tamah panitia inti pengarah bersama rombongan dari Anambas untuk memperkuat silaturahim,” ujar Umar Natuna menjawab koranperbatasan.com di Rumah Makan Gerai, Minggu, 12 Desember 2021 malam.

Pertemuan tim inti dari dua kabupaten termuda di Provinsi Kepri tersebut menurut Umar Natuna selain memperkuat ikatan silaturahmi juga mempersiapkan kelancaran Mubes yang Insya Allah akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Mubesnya tanggal 14 Desember ini, secara teknis surat menyurat dan tempat sudah siap, tinggal finishing,” ungkapnya.
Kata Umar, rangkaian Mubes dilakukan standard, dan tetap mengedepankan prokes. Pada Mubes nanti kedua kepala daerah diantaranya Bupati Natuna dan Bupati Anambas, termasuk Ketua DPRD Natuna dan Ketua DPRD Anambas akan menjawab keinginan masyarakat menjadikan Natuna dan Anambas provinsi baru di garda terdepan NKRI.
“Ada paparan yang akan disampaikan oleh para pemangku kepentingan, mungkin nanti ada juga dari DPR-RI, dan Akademisi, setelah itu pandangan umum dari komponen masyarakat Natuna dan Anambas,” terangnya.

Umar menegaskan terdapat tiga hal penting yang akan disepakati bersama oleh kedua kabupaten yang juga di kenal memiliki banyak keindahan alam tersebut. Pertama tentang kesepakatan pemekaran, kedua terkait dengan nama provinsi, dan ketiga badan perjuangan.
“Untuk menggerakan itu, perlu wadah perjuangan, atau nama wadah perjuangannya apa, nanti juga akan dibentuk tim formatur untuk mengucurkan personalia struktur organisasi yang menjadi wadah perjuangan,” tegas Umar.
Jika sudah terbentuk badan, lanjut Umar, langkah selanjutnya adalah kajian akademis, dan menyusun proposal pemekaran.
“Setelah itu tentu meminta rekomendasi dari Bupati, DPRD, dan Gubernur, untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Kesimpulannya, temu ramah ini ada energi positif baik dari masyarakat Natuna maupun Anambas untuk kelancaran pelaksanaan Mubes,” tuturnya.

Selaku Ketua Panitia Mubes, Umar memastikan perjuangan yang dilakukan murni menyambut aspirasi masyarakat yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di daerah maritim kepulauan.
“Pesan kami tentunya kita semua harus ikut mendorong tercapainya kemajuan untuk masyarakat Natuna dan Anambas,” cetus Umar.
Ia menyambut baik setiap kritikan yang ditujukan kepada Panitia Mubes. Katanya kritikan bukan hal yang harus dihindari, melainkan energi positif yang harus mereka terima untuk mendongkrak perjuangan.
“Kritikan itu juga bentuk dukungan buat kami, karena itu partisifasi langsung, saya kira tidak ada problem, yang menolak itu energi positif, karena dia mengkokohkan kita untuk tetap bersemangat,” pungkas Umar.

Sebelum mengakhiri Umar meminta dukungan dari semua komponen baik masyarakat Natuna maupun Anambas agar pelaksanaan Mubes nantinya dapat berjalan lancar sesuai harapan bersama.
Terkait persiapan Mubes yang akan dilaksanakan pada Hari Selasa, 14 Desember 2021. Wakil Sekretaris I Panitia Mubes, Haryadi mengatakan utusan masyarakat dari dua kabupaten yang saat ini menjadi sorotan dunia internasional tersebut akan menjalani Pra-Mubes.
“Besok, (Senin, 13 Desember 2021-red) jam 09.00 pagi kita akan mengadakan Pra-Mubes di Kampus STAI Natuna,” katanya singkat.
Terpisah Ketua Pengarah Panitia Mubes, Hadi Candra mengapresiasi semangat perjuangan masyarakat Natuna dan Anambas yang ingin menjadikan daerahnya provinsi baru di Indonesia.
”Kita harus mendukung keinginan Natuna dan Anambas menjadi Provinsi Khusus, saya lihat semangat masyarakat Anambas sangat luar biasa,” tegasnya.

Menurut Hadi Candra, ada banyak pertimbangan menjadikan Natuna-Anambas Provinsi Khusus. Mulai dari kondisi wilayah, sosial budaya, maupun sosial politik. Dengan topografi secara makro, Natuna dan Anambas secara umum adalah topografi maritim kelautan dan kepulauan.
“Jika melihat kondisinya, Natuna dan Anambas termasuk daerah dengan wilayah yang sangat strategis dan luas. Sehingga layak untuk dijadikan provinsi yang bersifat khusus, sebagai salah satu provinsi di kepulauan maritim,” pungkasnya.
Sebelumnya, Minggu pagi 12 Desember 2021 rombongan Mubes dari Kabupaten Kepulauan Anambas (Anambas) telah tiba di Pelabuhan Selat Lampa, Kabupaten Natuna. Rombongan bergerak dari Anambas menggunakan KM Bukit Raya. Kehadiran mereka disambut meriah masyarakat Natuna.
Indra Syahputra selaku Sekretaris Panitia Mubes dari Anambas mengaku bangga atas penyambutan yang dilakukan oleh masyarakat Natuna. Dalam rombongan itu, terlihat Bupati Anambas, Abdul Haris juga ikut hadir.

“Alhamdulillah, kita sudah tiba di Natuna menggunakan KM Bukit Raya sekitar pukul 10.00 WIB, kami rombongan disambut meriah oleh masyarakat Natuna,” tutur Indra.
Indra menambahkan, selain disambut meriah, di area pelabuhan juga tampak beberapa bentangan spanduk yang bertuliskan ucapan selamat datang kepada rombongan Mubes.
“Kami yang hadir sekitar 50 orang dari berbagai perwakilan elemen masyarakat,” ucapnya.
Ia memastikan jumlah tersebut nantinya akan bertambah pada saat Mubes berlangsung.
“Saat agenda nanti masyarakat Anambas yang berdomisili di Natuna juga akan hadir, kita berharap Mubes ini bisa berjalan lancar dan sesuai harapan,” tutup Indra. (KP).
Laporan : Amran











