“Kepala Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Supriyanto, menegaskan perlunya pembukaan lapangan kerja dan masuknya investor agar Natuna dapat berkembang lebih cepat di usia 26 tahun”
NATUNA – Kepala Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Supriyanto, menyampaikan harapan besar agar Kabupaten Natuna yang genap berusia 26 tahun dapat menghadirkan perubahan signifikan, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menurut Supriyanto, di usia tersebut Natuna bukan lagi kabupaten muda dan seharusnya memiliki kemajuan yang lebih nyata di berbagai sektor. Namun diakuinya meski perlahan, pembangunan di Natuna tetap berjalan.
“Kalau perkembangan ada sebenarnya, walaupun sedikit tapi ada. Contohnya adanya pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan segala macam,” ujarnya kepada Koran Perbatasan di ruang kerjanya, Jumat, 03 Oktober 2025.
Supriyanto menyoroti kendala terbesar pembangunan adalah keterbatasan anggaran daerah. Sejauh ini hanya berharap dengan APBD saja. Sementera PAD Natuna bisa dikatakan ibarat air di sumur kering, belum tampak mengalir. Atau seperti pelita tanpa minyak, PAD Natuna belum menyala.
“Kemungkinan terkait anggaran, atau hal-hal lain lah, yang jelas anggaran. Karena kita sekarang hanya berharap dengan APBD saja. PAD Natuna bisa dikatakan mungkin tidak ada,” jelasnya.
Supriyanto menegaskan pentingnya pembangunan sektor transportasi, terutama transportasi udara yang menjadi salah satu kunci menarik investor. Mudah-mudahan dengan bupati yang ada dan dukungan pusat, bisa membantu transportasi udara.
“Kita tahu hari ini harga tiket itu mahal. Kalau ada investor, dia tidak mau pakai kapal. Dia pasti mau pakai pesawat kan,” tuturnya.
BACA JUGA: Realisasikan Program Ketahanan Pangan, Desa Sungai Ulu Fokus pada Jagung dan Ubi
Meski begitu, Supriyanto merasa yakin Natuna masih lebih baik dibanding Kabupaten Anambas.
“Natuna jauh lebih baik lah, baik dari segi transportasi darat, laut, udara. Kita di atas mereka lah, saya yakin itu. Mereka baru punya bandara, kita sudah lama punya bandara dan rumah sakit,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyanto menyebut lambannya kemajuan Natuna disebabkan oleh dua hal utama, yaitu anggaran dan SDM masyarakat. Jika suatu wilayah tidak punya PAD, lambat akan maju termasuk SDM masyarakat.
“Seharusnya kita masyarakat mendukung program-program pemerintah,” katanya.










