ANAMBASKABAR PERBATASANKEPULAUAN RIAUNASIONALPENDIDIKAN

SD Negeri 007 Muntai Kibarkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Kreasi Seni dan Makanan Bergizi

×

SD Negeri 007 Muntai Kibarkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Kreasi Seni dan Makanan Bergizi

Sebarkan artikel ini
Potret Kepala Sekolah SD Negeri 007 Muntai, Dewi Sartika, S.Pd.SD.
Potret Kepala Sekolah SD Negeri 007 Muntai, Dewi Sartika, S.Pd.SD.

ANAMBAS – Semangat persatuan dan nasionalisme berkumandang di SD Negeri 007 Muntai, Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 yang berlangsung khidmat, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu” ini berhasil menciptakan atmosfer kecintaan tanah air sejak dini di kalangan peserta didik.

Rangkaian acara diawali dengan upacara bendera yang dilaksanakan tepat pukul 07.30 WIB di lapangan sekolah. Suasana haru dan banggu terpancar dari raut wajak 24 siswa yang mengenakan pakaian adat legkap. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan oleh pasukan pengibar bendera yang telah berlatih selama seminggu, diiringi alunan lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan dengan penuh semangat.

Dalam amanat upacara, Dewi menekankan pentingnya meneladani semangat persatuan para pendahulu bangsa. Sumpah Pemuda adalah bukti nyata bahwa perbedaan suku, agama, dan ras bukanlah penghalang untuk bersatu demi cita-cita besar bangsa Indonesia.

“Tugas kalian sebagai generasi penerus adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, dan senantiasa menghargai jasa para pahlawan,” ungkap Dewi.


Potret suasana saat berlangsungnya lomba menggambar untuk siswa kelas IV-VI SD Negeri 007 Muntai, para siswa tampak antusian ditemani guru.
Potret suasana saat berlangsungnya lomba menggambar untuk siswa kelas IV-VI SD Negeri 007 Muntai, para siswa tampak antusian ditemani guru.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan lomba mewarnai untuk siswa kelas I-III dan lomba menggambar untuk siswa kelas IV-VI. Selama dua jam, para siswa dengan penuh konsentrasi menuangkan imajinasi dan pemahaman mereka tentang makna Sumpah Pemuda dalam bentuk karya seni.

Tampak beragam interpretasi yang menarik dari para peserta. Seorang siswa kelas IV, Andi Pratama, menggambar sekelompok anak dari berbagai suku yang sedang bergandengan tangan dengan latar belakang Monas. “Saya ingin menggambar anak-anak Indonesia yang bersatu, seperti para pemuda dulu,” ujarnya.

Baca Juga:  Kabel Laut Milik Telkom Putus, Jaringan di Pulau Jemaja Terganggu

Para guru yang bertindak sebagai juri mengaku kesulitan menentukan pemenang karena kualitas karya yang hampir merata. “Kami tidak hanya menilai dari segi estetika, tetapi juga makna dan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap karya,” jelas Siti Nurhaliza, S.Pd., salah satu guru penilai.

Puncak acara adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Menu yang disajikan terdiri dari nasi kuning dengan lauk telur balado, sayur bayam, dan pisang sebagai buah penutup. Kegiatan makan bersama ini menjadi simbol persatuan dan kesetaraan di lingkungan sekolah.

“Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong tentunya ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang mengedepankan persatuan dalam keberagaman,” jelas Dewi Sartika.

Para siswa mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. “Saya senang bisa belajar tentang Sumpah Pemuda dengan cara yang menyenangkan. Lewat menggambar, saya jadi paham arti persatuan,” ucap Sinta, siswa kelas V.


Potret bersama para siswa kelas IV-VI SD Negeri 007 Muntai menunjukan dengan bangga hasil karya mereka.
Potret bersama para siswa kelas IV-VI SD Negeri 007 Muntai menunjukan dengan bangga hasil karya mereka.

Orang tua siswa juga memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan ini dan kerja keras para guru yang membangkitkan semangat generasi muda dengan kegiatan yang baik.

“Anak saya pulang dengan cerita semangat tentang Sumpah Pemuda. Ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa disampaikan dengan metode yang menarik,” kata Linda, orang tua salah satu siswa.

Kepala Sekolah Dewi Sartika menegaskan komitmen sekolah dalam melanjutkan program serupa. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi bagian dari program pendidikan karakter yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah.”

“Kami berharap kegiatan ini dapat memupuk rasa cinta tanah air, menumbuhkan kreativitas, serta mempererat persaudaraan di antara seluruh warga SD Negeri 007 Muntai,” tutup Dewi dengan penuh harap.

Baca Juga:  Besok Mahasiswa STAI Natuna Galang Dana, Bantu Biaya Berobat Dandi

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SD Negeri 007 Muntai ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan nasionalisme tetap hidup dan berkembang di generasi muda Indonesia, meski berada di daerah kepulauan terpencil seperti Anambas. (KP).


Laporan : Denny Jebat


📊 Views: 27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *