ANAMBASKABAR UTAMAKEPULAUAN RIAUNASIONALPARLEMENTARIAPENDIDIKANPERISTIWA

Kondisi Rusak Parah dan Berisiko Ambruk, Kadishub Anambas Larang Siswa Gunakan Pelabuhan Piasan

150
×

Kondisi Rusak Parah dan Berisiko Ambruk, Kadishub Anambas Larang Siswa Gunakan Pelabuhan Piasan

Sebarkan artikel ini
Potret Kabiro Anambas saat melakukan wawancara bersama Plt. Kepala Dinas Perhubungan Anambas Nurullah.

ANAMBAS – Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas secara resmi menutup operasional pelabuhan rakyat di Desa Piasan yang kondisinya kian memprihatinkan, langkah tegas ini diambil demi menjamin keselamatan warga, terutama para siswa sekolah yang setiap hari menggunakan fasilitas tersebut sebagai akses utama.

​Plt. Kepala Dinas Perhubungan Anambas, Nurullah, menegaskan bahwa secara teknis pelabuhan tersebut sudah masuk kategori sangat tidak layak. Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah tiang dermaga dan balok penyangga ditemukan dalam kondisi patah, serta besi tulangan beton yang sudah mencuat keluar.

​”Kalau ditanya persentase kelayakan, sudah tidak ada lagi bahasanya. Ini memang sudah sangat tidak layak pakai. Kami sendiri saat mengecek ke lokasi kemarin harus sangat berhati-hati dan naik satu per satu agar tidak membahayakan,” ujar Nurullah kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu, 21 januari 2025.

​Kekhawatiran utama pemerintah daerah tertuju pada keselamatan siswa sekolah. Nurullah mengungkapkan kebiasaan anak-anak sekolah yang kerap melompat dari pompong (perahu motor) saat akan bersandar, tanpa menunggu satu per satu. Perilaku ini sangat berisiko mengingat struktur pelabuhan yang rentan ambruk.

​”Risiko terburuknya adalah ambruk. Jika itu terjadi saat ada orang di atasnya, dampaknya fatal. Bisa cedera berat hingga korban jiwa karena terjepit reruntuhan,” tegasnya.

​Sebagai langkah darurat, Dishub telah berkoordinasi dengan Kepala Desa Piasan dan Kepala Sekolah untuk melarang total aktivitas di pelabuhan lama tersebut. Secara administrasi, surat resmi juga telah dilayangkan untuk menguatkan instruksi tersebut kepada para pengusaha transportasi laut.

​Meskipun pelabuhan lama ditutup, Nurullah memastikan mobilitas siswa tidak akan terganggu. Seluruh aktivitas naik-turun penumpang dialihkan ke Pelabuhan Desa yang kondisinya jauh lebih layak dan aman.

Baca Juga:  Raja Benny: Pendidikan Bermutu Kunci Anambas Maju dan Sejahtera

​”Pelabuhan desa letaknya tidak jauh, hanya berjarak sekitar 200 meter dari sekolah. Jarak tersebut masih sangat nyaman untuk anak-anak berjalan kaki tanpa merasa kelelahan saat sampai di sekolah,” tambahnya.

​Terkait perbaikan permanen, Nurullah menjelaskan bahwa pembangunan fisik kemungkinan besar belum bisa diakomodasi melalui APBD murni 2026 karena kendala administrasi Detail Engineering Design (DED). Namun, Anggota DPRD Komisi II, Pak Marjohan, berkomitmen untuk mendorong penganggaran DED pada APBD Perubahan.

​Kabar baiknya, perbaikan pelabuhan ini telah masuk dalam radar pemerintah pusat. Mengingat Desa Piasan merupakan salah satu dari enam desa terbaik di Indonesia, usulan pembangunan pelabuhan ini telah masuk dalam program prioritas Kemendagri dan Presiden.

​”Informasi yang kami terima, tim dari Korem dan Danrem sudah turun melakukan survei lokasi. Rencananya, pelaksanaan akan dimulai paling lambat Februari ini. Karena ini program Presiden, biasanya prosesnya akan jauh lebih cepat,” jelas Nurullah optimis.

​Di akhir wawancara, Kadishub memberikan jaminan kepada para orang tua siswa bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Selama prosedur pengalihan ke pelabuhan desa ditaati, risiko kecelakaan akibat infrastruktur dapat ditekan sepenuhnya. (KP).


Laporan : Azmi

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *