NATUNAPENDIDIKAN

Sekolah di Natuna Dorong Regenerasi Budaya Melayu

24
×

Sekolah di Natuna Dorong Regenerasi Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Arqam Alfarisy, S.Pd.,

“SMAN 2 Bunguran Timur konsisten menanamkan nilai budaya Melayu melalui pendidikan, seni, dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai upaya regenerasi budaya lokal di Natuna.”

NATUNA – Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Arqam Alfarisy, S.Pd., menegaskan komitmen sekolah dalam melestarikan budaya Melayu melalui berbagai program pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan langsung peserta didik, Kamis (5/2/2026).

Arqam menjelaskan, penguatan budaya Melayu di sekolah dilakukan secara terintegrasi, mulai dari kegiatan seni hingga partisipasi dalam berbagai event kebudayaan. Salah satunya melalui pengenalan seni Kompang yang sarat nilai tradisi Melayu.

“Kalau pengajaran budaya, pertama itu Kompang. Di dalamnya ada unsur budaya. Kemudian kami juga menyanyikan lagu-lagu Melayu, mengusung Tari Persembahan, serta seni tari kreasi yang lebih condong ke Melayu,” ujar Arqam saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Selain itu, SMAN 2 Bunguran Timur juga aktif menyiapkan sarana pendukung seni musik bernuansa kemelayuan. Sekolah telah menyediakan biola, dan berencana melengkapi akordeon setelah proses revisi anggaran selesai.

“Biola sudah kami kondisikan, tinggal akordeon. Jika anggaran sudah selesai direvisi, akordeon juga akan kami siapkan. Ini bagian dari dukungan terhadap harapan Dinas Kebudayaan,” katanya.

Menurut Arqam, tantangan utama pelestarian budaya adalah keterbatasan regenerasi, terutama pada kemampuan khas seperti cengkok Melayu. Tidak semua siswa memiliki kemampuan tersebut, sehingga peran sekolah sangat penting dalam menjaring dan membina bibit-bibit muda.

“Tidak semua anak bisa cengkok Melayu. Di sinilah peran sekolah untuk memunculkan bibit. Kompang juga bukan hanya untuk anak perempuan, anak laki-laki pun bisa,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah tetap aktif berpartisipasi dalam berbagai event budaya yang diselenggarakan instansi mana pun. Pada tahun 2025, SMAN 2 Bunguran Timur mengikuti lomba duet Melayu dan lomba akustik, dengan capaian juara satu dan dua. Pada karnaval HUT Natuna, sekolah juga mengusung tema kemelayuan dan berhasil meraih juara tiga.

Baca Juga:  Bupati Natuna Sambut Danguspurla Koarmada I dengan Adat Melayu di Lanud RSA

“Setiap ada event berbau kemelayuan, kami ikut. Kami tidak absen,” ujarnya.

Arqam berharap ke depan ada lebih banyak kegiatan kebudayaan yang dapat menggugah semangat generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan sinergi antara sekolah dan instansi terkait.

“Kalau ingin budaya Melayu tetap lestari, kami juga perlu disentuh. Sekolah ingin membangun, dan kami berharap dinas terkait juga menghadirkan kegiatan yang memotivasi generasi muda,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *