INFO PEMBANGUNANNATUNASUARA RAKYAT

Warga Penagi Desak Perbaikan Jalan Berlubang

25
×

Warga Penagi Desak Perbaikan Jalan Berlubang

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan berlubang di Kampung Tua Penagi Natuna yang dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan. Rabu (18/2/2026).

“Kerusakan jalan di Kampung Tua Penagi dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan, terutama saat malam hari.”

NATUNA – Warga Kampung Tua Penagi, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Hasnapidianto menyampaikan keluh kesah masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Hasnapidianto mengatakan, selama ini masyarakat sudah cukup lama mengeluhkan kondisi jalan yang mengalami kerusakan di beberapa titik.

“Iya, selama ini kita memang ada keluh kesah masalah jalan itu,” ujarnya saat ditemui di depan salah satu rumah warga Kampung Tua Penagi, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, lubang-lubang yang tersebar di badan jalan kerap menyulitkan warga, khususnya ketika melintas pada malam hari.

“Kadang kita malam mau keluar, karena ada lubang-lubang itu jadi tidak enak lewat di situ,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini memang belum terjadi kecelakaan besar. Namun, insiden kecil sudah beberapa kali dialami warga akibat kondisi jalan yang tidak rata.

“Kalau untuk sementara ini korban besar tidak ada, tapi korban kecil-kecil ada itu,” ungkapnya.

Hasnapidianto berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut agar tidak semakin membahayakan masyarakat.

“Harapan kita secepat mungkin pemerintah perbaikilah jalan itu,” tegasnya.

Ia juga menyebut telah mendapat informasi bahwa perbaikan jalan tersebut direncanakan menggunakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Iya, dari provinsi. Saya dapat info dari dewan provinsi, Bapak Mustamin Bakri, sudah menyampaikan itu untuk tahun ini dilaksanakan. Anggarannya sekitar Rp400 juta untuk penambalan saja,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kampung Tua Penagi merupakan kawasan bersejarah di Natuna yang dikenal sebagai pusat peradaban awal dan pusat perdagangan historis di Kepulauan Natuna. Kampung yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Ranai ini memiliki rumah panggung kayu khas pesisir serta ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama karena tingkat kerukunan masyarakatnya yang tinggi.

Baca Juga:  Generasi Muda Harus Jadi Pahlawan di Zamannya

Warga berharap, perbaikan jalan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan serta mendukung kawasan wisata sejarah dan budaya di Natuna. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *