“Balai Adat Melayu di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin mengenal budaya Melayu secara langsung dan autentik.”
Cahyani, Pengunjung Balai Adat Melayu Pulau Penyengat mengungkapkan kunjungannya ke lokasi tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengenal budaya Melayu melalui pakaian adat dan suasana yang kental dengan nuansa tradisional.
TANJUNGPINANG – Balai Adat Melayu Pulau Penyengat menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik perhatian wisatawan di Kepulauan Riau, khususnya bagi mereka yang ingin mengenal lebih dekat budaya Melayu.
Berlokasi di Kampung Ladi, Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Kota, tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan menghadirkan nuansa budaya Melayu yang autentik.
Pantauan Koran Perbatasan pada Kamis (26/03/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah pengunjung tampak menikmati suasana sambil berkeliling dan mencoba berbagai fasilitas yang tersedia.
Salah satu pengunjung, Cahyani, mengaku senang dapat mengunjungi Balai Adat Melayu karena dapat merasakan langsung pengalaman menggunakan pakaian adat Melayu.
“Saya merasa senang bisa berkunjung ke sini. Di sini menyediakan baju adat Melayu yang bisa disewakan, jadi saya bisa merasakan bagaimana rasanya memakai baju adat Melayu. Ditambah tempatnya yang sangat otentik, saya seperti berada di zaman dulu,” ujarnya.
Ia juga mengaku puas dengan pengalaman yang didapat selama berkunjung. “Saya sangat puas karena bisa belajar banyak tentang budaya Melayu dan merasakan suasana yang sangat autentik,” tambahnya.
Pengunjung lainnya, Dadang, menyebut Balai Adat Melayu sebagai destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan.
“Saya sangat merekomendasikan tempat ini bagi yang ingin mengenal budaya Melayu, karena suasananya sangat autentik,” katanya.
Sementara itu, Caca mengaku tertarik dengan keindahan arsitektur bangunan yang khas. “Saya sangat suka dengan arsitektur Balai Adat Melayu, sangat unik dan indah,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Aryani, yang terkesan dengan keindahan lokasi serta nilai historis yang ada di dalamnya.
“Tempat ini sangat indah. Saya ingin berfoto di singgahsana dan mengambil air dari perigi yang katanya tidak pernah habis. Dari cerita orang-orang, air ini punya nilai tersendiri,” ungkapnya.
Balai Adat Melayu Pulau Penyengat tidak hanya menawarkan keindahan arsitektur, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya melalui koleksi benda-benda adat serta pengalaman langsung yang dapat dirasakan pengunjung.
Dengan daya tarik tersebut, lokasi ini dinilai sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi di Kota Tanjungpinang, khususnya bagi wisatawan yang ingin mengenal warisan budaya Melayu secara lebih dekat. (KP).
Laporan: Novita










