NATUNAPENDIDIKAN

Alumni MIS Darul Ulum Natuna Tembus Kampus Al-Azhar Mesir

×

Alumni MIS Darul Ulum Natuna Tembus Kampus Al-Azhar Mesir

Sebarkan artikel ini
Said Muhammad Arif Rahman bersama guru pendamping saat akan berangkat ke Manado mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional. Prestasi tersebut diraih Arif semasa menempuh pendidikan di MIS Darul Ulum Natuna sebelum akhirnya berhasil melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Mesir.

“Keberhasilan Said Muhammad Arif Rahman menembus Universitas Al-Azhar Mesir menjadi bukti bahwa lulusan madrasah dari Natuna mampu bersaing hingga tingkat internasional dengan bekal ilmu, akhlak, dan Al-Qur’an.”

Kepala MIS Darul Ulum Natuna, Siti Asmah, S.Pd., mengaku bangga dan bersyukur atas keberhasilan salah satu alumni terbaiknya, Said Muhammad Arif Rahman atau akrab disapa Arif, yang berhasil lulus seleksi masuk Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan madrasah mampu bersaing hingga tingkat dunia.

NATUNA – Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia pendidikan Kabupaten Natuna. Said Muhammad Arif Rahman, alumni Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ulum berhasil mencetak sejarah dengan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membawa nama baik MIS Darul Ulum sebagai lembaga pendidikan dasar berbasis agama yang mampu melahirkan generasi berprestasi.

Kepala MIS Darul Ulum Natuna, Siti Asmah mengatakan, dirinya merasa terharu melihat perjalanan panjang Arif sejak pertama kali masuk madrasah hingga akhirnya mampu meraih kesempatan belajar di salah satu universitas Islam tertua di dunia tersebut.

“Alhamdulillah, perasaan saya campur aduk. Bahagia, bangga, terharu, serta bersyukur kepada Allah SWT. Bangga karena alumni Madrasah Ibtidaiyah Swasta anak didik kami bisa menembus Universitas Al-Azhar Mesir. Itu bukan hal mudah,” ujar Siti Asmah kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (5/6/2026).

Menurut Siti, keberhasilan Arif bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga karena pondasi pendidikan agama dan pembinaan karakter yang sudah tertanam sejak kecil.

“Ini bukti bahwa lulusan MIS Darul Ulum bisa berkesempatan untuk bersaing. Justru pondasi agama dan asuhan kedua orang tua Arif sangat baik. Akhlak dan Al-Qur’an menjadi bekal kuat untuk lanjut ke jenjang lebih tinggi, bahkan sampai ke Timur Tengah,” jelasnya.

Baca Juga:  Tinggal Sehari Lagi, Mahasiswa UINA Titipkan Ilmu Bermanfaat Kepada Warga Binaan

Siti menceritakan, sejak duduk di bangku kelas 1 MIS Darul Ulum, Arif sudah menunjukkan karakter berbeda dibandingkan siswa seusianya. Ia dikenal sebagai anak yang rajin, disiplin, sederhana, dan memiliki semangat belajar tinggi.

“Ananda Said Muhammad Arif Rahman itu anaknya tidak banyak tingkah dan rajin, Masya Allah. Dari kecil sudah kelihatan beda. Kesehariannya paling cepat datang, paling rapi membawa buku, dan paling semangat kalau jadwal tahfiz atau hafalan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Bahkan saat jam istirahat sekolah, Arif memiliki kebiasaan berbeda. Ketika sebagian siswa lain memanfaatkan waktu untuk bermain, dirinya justru tertarik membahas sejarah Islam.

“Ketika istirahat, Arif sering bercerita tentang sejarah Islam. Dia juga sering membuat gambar peta Jazirah Arab,” tambah Siti.

Selain memiliki kecintaan terhadap ilmu agama, Arif juga tercatat sebagai siswa berprestasi dalam bidang akademik. Ia pernah membawa nama MIS Darul Ulum pada ajang Kompetisi Sains dan Matematika tingkat nasional yang digelar di Manado.

“Arif termasuk siswa berprestasi. Bukan cuma nilai akademiknya bagus, tetapi akhlaknya juga baik. Sering membantu teman yang tertinggal pelajaran, rajin piket, dan suaranya paling lantang kalau azan maupun tilawah,” katanya.

Menurut Siti, sikap rendah hati dan kepatuhan Arif kepada guru menjadi salah satu hal yang masih diingat hingga saat ini.

“Guru-guru juga sayang karena dia anaknya nurut dan tidak pernah membuat masalah. Jadi wajar kalau sekarang Allah kasih jalan sampai ke Al-Azhar,” ujarnya.

Keberhasilan Arif diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa MIS Darul Ulum lainnya bahwa keterbatasan daerah bukan penghalang untuk meraih cita-cita besar.

“Semoga menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya bahwa cita-cita setinggi apa pun bisa diraih kalau mau berusaha, belajar sungguh-sungguh, dan berdoa,” ucapnya.

Baca Juga:  Nampak Tilas Pahlawan Ampera Hasanuddin HM⁣

Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menyampaikan tiga pesan penting kepada Arif sebelum menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.

Pertama, tetap menjaga niat dalam menuntut ilmu semata-mata karena Allah SWT. Kedua, selalu menjaga akhlak dan adab selama berada di perantauan. Ketiga, tidak melupakan kampung halaman dan madrasah tempat pertama kali mendapatkan pendidikan.

“Ilmu di Al-Azhar itu amanah besar. Jaga akhlak dan adab, karena saat jauh dari orang tua, akhlaklah yang menjadi tameng. Jangan lupa kampung halaman dan madrasah. Pulanglah nanti membawa ilmu yang bermanfaat untuk umat,” pesannya.

Di akhir keterangannya, Siti menitipkan doa dan harapan besar kepada Arif agar terus berjuang mengejar cita-cita.

“Nak, berjuanglah sekuat tenagamu untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Ibu dan guru-guru di MIS Darul Ulum selalu mendoakanmu dari jauh. Jaga kesehatan, jaga salat, dan jangan pernah berhenti menjadi anak saleh. Madrasah bangga punya kamu. Di pundakmulah harapan agama, bangsa, dan negara dititipkan,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *