NATUNAPEMERINTAHAN

Rangkaian Milad STAI Natuna Ke-24 Ditutup, Lawatan Malaysia Menanti

×

Rangkaian Milad STAI Natuna Ke-24 Ditutup, Lawatan Malaysia Menanti

Sebarkan artikel ini
Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan penutupan rangkaian Milad STAI Natuna ke-24 di Kampus IAI Natuna, Sabtu (19/9/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia sekaligus memberikan sejumlah catatan evaluasi untuk pengembangan kegiatan akademik kampus.

“Rangkaian Milad STAI Natuna ke-24 resmi ditutup melalui pembubaran panitia dan pengesahan laporan pertanggungjawaban di Kampus IAI Natuna. Sejumlah agenda yang belum terlaksana tidak dibatalkan, melainkan dialihkan ke dalam program Lawatan Akademik dan Penguatan Kemitraan Antarbangsa ke Malaysia.”

NATUNA – Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada panitia Milad STAI Natuna ke-24 yang telah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan hingga penutupan di Kampus IAI Natuna, Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan catatan evaluasi terkait partisipasi mahasiswa internal dalam kegiatan ilmiah serta menjelaskan pengalihan sejumlah agenda ke program akademik dan kemitraan antarbangsa.

Rangkaian Milad STAI Natuna ke-24 resmi ditutup melalui acara pembubaran panitia dan penyerahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) di Aula Kampus IAI Natuna, Sabtu (19/9/2026).

Dalam sambutannya, Rektor IAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan berbagai kegiatan dalam rangkaian Milad tahun 2026.

Ia mengatakan, sejumlah kegiatan telah berhasil dilaksanakan, termasuk cabang kegiatan olahraga serta lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) mahasiswa yang menjadi salah satu agenda baru dalam rangkaian Milad.

“Yang kedua, kita juga melaksanakan ada cabang baru, yaitu lomba karya tulis ilmiah mahasiswa. Kita mulai tahun ini. Dan alhamdulillah memang ada pesertanya,” ujar Umar.

Namun, Rektor memberikan catatan terkait tingkat partisipasi mahasiswa internal dalam kegiatan ilmiah tersebut. Menurutnya, peserta dari luar kampus justru lebih banyak dibandingkan mahasiswa internal.

“Justru pesertanya banyak dari luar. Dari dalam, kalau tidak didorong-dorong mungkin enggak muncul. Ini catatan buat kita. Kita ya, ilmiah masih lemah kita,” katanya.

Umar meminta Wakil Rektor I bersama pimpinan program studi untuk memperkuat ekosistem dan kultur ilmiah di lingkungan kampus.

Baca Juga:  Tim Voli SMKN 1 Bunguran Timur Siap Berlaga di Milad STAI 

“Ini mungkin nanti Ketua Bidang I bersama rektor, bersama prodi, bagaimana membangun ekosistem terkait dengan kultur ilmiah kita,” ujarnya.

Selain kegiatan ilmiah, menurut Umar, rangkaian Milad juga mengalami pengembangan dengan adanya kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Ia menegaskan kegiatan-kegiatan yang telah menjadi bagian dari Milad tidak akan berhenti, meskipun ke depan dimungkinkan terdapat variasi dalam bentuk dan jenis kegiatan.

“Ke depan tentu kegiatannya tidak akan berhenti, tidak boleh berhenti. Walaupun mungkin nanti ada variasi-variasi kegiatan,” tegasnya.

Sejumlah Agenda Dialihkan ke Malaysia

Dalam kesempatan tersebut, Umar juga meluruskan mengenai sejumlah agenda yang sebelumnya direncanakan menjadi bagian dari rangkaian Milad, tetapi belum terlaksana di kampus.

Ia menegaskan agenda tersebut bukan dibatalkan, melainkan dialihkan dan disesuaikan dengan program Lawatan Akademik dan Penguatan Kemitraan Antarbangsa.

Salah satu agenda yang dialihkan adalah seminar internasional yang akan dilaksanakan di Universiti Islam Sultan Ibrahim Johor, Malaysia, dengan tema “Meneguhkan Kembali Falsafah dan Kepribadian Melayu Baru.”

“Beberapa kegiatan kita alihkan, seperti seminar internasional itu kita alihkan ke Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim. Temanya adalah meneguhkan kembali falsafah dan kepribadian Melayu Baru,” jelas Umar.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia dijadwalkan terlibat. Umar juga menyebut dirinya akan turut menyampaikan makalah dalam seminar tersebut.

Selain seminar internasional, program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sebelumnya direncanakan di lokasi lain juga dialihkan menjadi bagian dari agenda lawatan.

“Yang kedua yang kita alihkan itu adalah pengabdian, penelitian dan pengabdian masyarakat. Yang dulu kita rencanakan di Sugi, karena kita mau kunjungan ke College University, maka kegiatan pengabdian itu sudah kita alihkan ke sana,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Natuna Hadiri Acara Pengantar Tugas Danlanal Ranai Kolonel Laut Maman Nurachman

Umar mengatakan tim penelitian kolaboratif antarbangsa juga telah dibentuk. Menurutnya, terdapat lima tema utama yang telah disiapkan bersama tim dari pihak mitra.

“Alhamdulillah sekarang tim peneliti kolaboratifnya sudah terbentuk. Ada lima tema utama. Itu sudah ada, dari kita sudah ada, dari sana sudah ada nama-namanya, timnya, tinggal pelaksanaannya,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa pengalihan sejumlah agenda tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu dan bukan berarti kegiatan dibatalkan.

“Bukan dibatalkan semuanya, cuma dialihkan, disesuaikan dengan keperluan kita,” tegas Umar.

Lawatan Akademik dan Penguatan Kemitraan Antarbangsa

Umar menyampaikan, tim IAI Natuna akan melaksanakan Lawatan Akademik dan Penguatan Kemitraan Antarbangsa ke sejumlah institusi pendidikan dan organisasi di Malaysia.

Dalam penjelasannya, rombongan dijadwalkan mengunjungi Universiti Islam Sultan Ibrahim Johor, Persatuan Penulis Johor (PPJ), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Melaka, serta institusi yang berkaitan dengan pengembangan Dunia Islam dan Dunia Melayu di Melaka.

Rombongan juga dijadwalkan menuju Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) di Terengganu. Umar menyebut terdapat agenda seminar yang diinisiasi oleh pihak UniSZA dalam rangkaian lawatan tersebut.

Program lawatan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai kunjungan akademik, tetapi juga untuk memperkuat kerja sama penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan antarbangsa.

Pada bagian akhir sambutannya, Umar menyampaikan bahwa berbagai catatan selama pelaksanaan Milad ke-24 menjadi bahan evaluasi bagi panitia dan pihak kampus.

Setelah seluruh agenda evaluasi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan pengesahan laporan keuangan panitia yang disampaikan sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan Milad.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembubaran resmi Panitia Milad STAI Natuna ke-24 oleh Rektor IAI Natuna.


Laporan: Dini


📊 Views: 13

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *