EKONOMI PERBATASANKABAR PERBATASANNATUNAPEMBANGUNAN DAERAHSUARA RAKYATUMKM PERBATASAN

Pedagang Pantai Piwang Natuna Tagih Janji Pemerintah untuk Bangkit Bersama

×

Pedagang Pantai Piwang Natuna Tagih Janji Pemerintah untuk Bangkit Bersama

Sebarkan artikel ini
Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Pantai Piwang (Sri Panglima), Bujang Sudirman, saat diwawancarai koranperbatasan.com di kawasan Pantai Piwang, Ranai, Kabupaten Natuna, Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan aspirasi para pedagang terkait kebutuhan fasilitas usaha, perhatian pemerintah terhadap UMKM, serta harapan agar pedagang lokal tetap menjadi prioritas dalam rencana penataan kawasan Pantai Piwang. Foto: Koran Perbatasan.

“Pedagang yang tergabung dalam Serikat Pedagang Kaki Lima Pantai Piwang (Sri Panglima) berharap Pemerintah Kabupaten Natuna tidak hanya menghadirkan rencana pembangunan kawasan, tetapi juga memberikan perhatian nyata terhadap kebutuhan para pelaku UMKM yang selama ini menjadi penggerak ekonomi di kawasan wisata Pantai Piwang.”

Ketua Serikat Pedagang Kaki Lima Pantai Piwang (Sri Panglima), Bujang Sudirman, mengungkapkan para pedagang di Pantai Piwang, Kabupaten Natuna, hingga kini masih berjuang secara mandiri di tengah keterbatasan sarana usaha. Menurutnya, berbagai janji pemerintah mengenai penataan kawasan dan dukungan terhadap pelaku UMKM belum sepenuhnya dirasakan oleh para pedagang di lapangan.

NATUNA – Di tengah rencana penataan kawasan Pantai Piwang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Natuna, para pedagang yang tergabung dalam Serikat Pedagang Kaki Lima Pantai Piwang (Sri Panglima) berharap pembangunan tersebut juga diiringi dengan perhatian terhadap keberlangsungan usaha masyarakat kecil.

Ketua Sri Panglima, Bujang Sudirman, mengatakan para pedagang selama ini tetap bertahan menjalankan usaha dengan segala keterbatasan. Mereka mengaku belum merasakan perhatian yang memadai terhadap kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas berdagang.

“Hari ini kami sangat prihatin dengan keadaan kami yang berjualan dengan apa adanya. Lihatlah bangku-bangku yang koyak dan kusam ini, ini adalah simbol kemandirian kami karena belum mampu memperbaruinya. Pemerintah jangan hanya duduk di balik meja, datanglah kepada kami dan tanyakan apa kebutuhan kami,” ujarnya kepada koranperbatasan.com di Pantai Piwang, Jumat (24/7/2026).

Bujang menuturkan perjalanan pedagang Pantai Piwang tidaklah singkat. Sejak 2012, para pedagang beberapa kali mengalami relokasi dengan harapan memperoleh tempat usaha yang lebih baik. Namun, berbagai rencana pembangunan kios yang pernah dijanjikan belum seluruhnya terealisasi.

Baca Juga:  Bupati Aneng Perjuangkan Revitalisasi Pasar dan Kuota Reefer Container di Kementerian Perdagangan

Berangkat dari kondisi tersebut, para pedagang kemudian membentuk organisasi Sri Panglima pada 20 Juli 2020 sebagai wadah memperjuangkan aspirasi sekaligus menjaga ketertiban para pedagang di kawasan Pantai Piwang.

Menurut Bujang, kebutuhan utama pedagang sebenarnya sangat sederhana, yakni tenda sebagai pelindung dari panas dan hujan, serta meja dan kursi yang layak digunakan untuk melayani pengunjung.

“Kalau pemerintah memang ada perhatian, kami minta tolong dibantu tenda. Selain itu kursi dan meja juga sangat kami butuhkan. Kami setiap hari berjualan langsung berhadapan dengan panas dan hujan,” katanya.

Selain persoalan fasilitas, Bujang menyoroti kondisi ekonomi yang dirasakan pedagang. Ia mengaku kenaikan harga bahan baku terus terjadi, sedangkan daya beli masyarakat belum meningkat sehingga pedagang kesulitan menyesuaikan harga jual.

“Barang yang kita jual tetap normal. Naik seribu rupiah saja pembeli sudah berpaling. Sementara harga tepung dan bahan baku lainnya terus naik,” ungkapnya.

Terkait rencana reklamasi dan penataan Pantai Piwang oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, Bujang menyatakan pihaknya mendukung langkah tersebut apabila benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas kawasan wisata. Namun, ia berharap para pedagang lokal tetap menjadi prioritas dalam proses penataan.

Menurutnya, para pedagang telah lama ikut menjaga dan menghidupkan kawasan Pantai Piwang sehingga keberadaan mereka perlu diperhatikan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Bujang menegaskan, para pedagang tidak ingin dipandang sebagai pihak yang hanya menuntut bantuan. Mereka ingin menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui usaha yang dijalankan setiap hari.

“Kami bukan pengemis. Kami hanya ingin pemerintah datang melihat kondisi kami secara langsung agar mengetahui kebutuhan para pedagang kecil di Pantai Piwang,” tegasnya.

Sebelum wawancara berlangsung, Bujang juga mengingatkan seluruh anggota Sri Panglima untuk tetap menjaga kebersihan kawasan, tidak mendirikan bangunan permanen, tidak menjual minuman beralkohol, menjaga kekompakan organisasi, serta mematuhi seluruh aturan yang telah disepakati demi mendukung terciptanya kawasan wisata yang tertib dan nyaman.

Baca Juga:  Bupati Natuna Sulit Ditemui, Pedagang Pertanyakan Akses Komunikasi 

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga Pantai Piwang berkembang sebagai destinasi wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal tanpa mengesampingkan pelaku UMKM yang telah lebih dahulu menghidupkan kawasan tersebut. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 98

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *