KALIMANTAN BARATKETAPANG

Badko HMI Kalbar Kecam Dugaan Intimidasi Usai Aksi BBM Ketapang

×

Badko HMI Kalbar Kecam Dugaan Intimidasi Usai Aksi BBM Ketapang

Sebarkan artikel ini
Caption: Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Badko HMI Kalimantan Barat, Destu Rizky Ramadhansyah, mengecam dugaan intimidasi terhadap Ketua Umum HMI Cabang Ketapang setelah aksi mahasiswa terkait kelangkaan BBM di Ketapang.

“Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Badko HMI Kalimantan Barat, Destu Rizky Ramadhansyah, mengecam dugaan intimidasi dan ancaman terhadap Ketua Umum HMI Cabang Ketapang setelah aksi mahasiswa terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai aspirasi mahasiswa seharusnya direspons melalui dialog terbuka dan penjelasan mengenai distribusi serta ketersediaan BBM di Ketapang.”

KETAPANG – Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Badko HMI Kalimantan Barat, Destu Rizky Ramadhansyah, mengecam dugaan intimidasi dan ancaman yang disebut dilakukan oleh salah satu pihak Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Ketapang terhadap Ketua Umum HMI Cabang Ketapang setelah aksi mahasiswa terkait kelangkaan BBM.

Destu mengatakan, aksi yang dilakukan HMI Cabang Ketapang bertujuan membuka ruang dialog dengan Pertamina Patra Niaga untuk membahas persoalan kelangkaan BBM yang menyebabkan masyarakat harus mengantre panjang.

“Tujuan aksi yang dilakukan teman-teman HMI di Ketapang adalah berdialog untuk menemukan solusi kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrian panjang di masyarakat Ketapang,” ucapnya.

Menurut Destu, penyampaian aspirasi mahasiswa tidak sepatutnya direspons dengan intimidasi. Ia menyebut mahasiswa membawa hasil kajian dengan substansi yang jelas dan melaksanakan aksi dengan mengikuti ketentuan, termasuk berunjuk rasa sekitar 500 meter dari halaman Jobber Ketapang.

Ia menilai pihak terkait seharusnya merespons aspirasi tersebut dengan keterbukaan informasi mengenai distribusi dan ketersediaan BBM di Ketapang, bukan melalui tindakan yang diduga berupa intimidasi maupun ancaman.

“Aksi teman-teman HMI tidak sepatutnya direspon dengan intimidasi, mereka telah mengikuti ketentuan aksi dan membawa hasil kajian yang jelas yaitu terkait prioritas penyelesaian distribusi dan ketersediaan BBM di Ketapang,” lanjutnya.

Destu menegaskan, aksi mahasiswa di daerah semestinya ditanggapi oleh instansi terkait melalui dialog sesuai mekanisme yang berlaku. Ia berharap komunikasi tersebut berorientasi pada pencarian solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga:  Antisipasi Kejahatan dan Premanisme, Polres Singkawang Gelar Patroli Skala Besar

Menurutnya, keterbukaan informasi dan komunikasi antara mahasiswa dengan pihak terkait penting untuk membahas persoalan distribusi serta ketersediaan BBM, sekaligus mencari jalan keluar atas antrean panjang yang dikeluhkan masyarakat Ketapang.

Hingga bahan berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak Pertamina Patra Niaga Ketapang mengenai dugaan intimidasi dan ancaman tersebut. Karena itu, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak yang disebut dalam pernyataan Badko HMI Kalbar.


Laporan: Awan


📊 Views: 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *