BUDAYA PERBATASANKEHIDUPAN DESALINGKUNGAN & KELAUTANNATUNA

Musim Utara Mengintai, Warga Ranai Darat Benahi Saluran Air

×

Musim Utara Mengintai, Warga Ranai Darat Benahi Saluran Air

Sebarkan artikel ini
Caption: Sekretaris Lurah Ranai Darat, Agus Salim, bersama warga, Bhabinkamtibmas, dan pelajar SMPN 4 Bunguran Timur bergotong royong membersihkan parit sebagai upaya mengantisipasi potensi banjir menjelang musim utara di Kabupaten Natuna.

“Sekretaris Lurah Ranai Darat, Agus Salim, S.IP., mengapresiasi keterlibatan warga, Babinsa, dan pelajar SMPN 4 Bunguran Timur dalam kegiatan gotong royong membersihkan serta memperdalam parit di RT 01/RW 02, Kabupaten Natuna, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi ketua RT setempat itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim utara.”

NATUNA – Menghadapi potensi banjir saat musim utara, warga RT 01/RW 02 Kelurahan Ranai Darat bersama Babinsa dan pelajar SMPN 4 Bunguran Timur bergotong royong membersihkan serta memperdalam saluran air atau parit, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada parit yang mulai dangkal agar aliran air lebih lancar ketika hujan turun. Langkah ini menjadi upaya preventif masyarakat untuk mengurangi risiko genangan di lingkungan permukiman.

Sekretaris Lurah Ranai Darat, Agus Salim, S.IP., menjelaskan bahwa gotong royong tersebut merupakan kegiatan rutin untuk mengantisipasi musim utara yang berpotensi disertai hujan dan banjir. Meski tidak memiliki jadwal tetap, kegiatan serupa diupayakan berlangsung setidaknya sebulan sekali.

“Sebenarnya ini kegiatan rutin kita untuk antisipasi musim utara. Jadi kalau musim utara kan dikhawatirkan banjir. Parit-parit kita yang masih dangkal kita upayakan untuk gotong royong untuk dalamkan,” ujar Agus Salim kepada Koran Perbatasan saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Ia menerangkan, kegiatan tersebut berawal dari inisiatif Ketua RT setempat yang berkomunikasi dengan pihak kelurahan untuk melaksanakan gotong royong. Pihak kelurahan kemudian turut hadir bersama Babinsa dan pihak SMPN 4 Bunguran Timur.

Keterlibatan para pelajar menjadi salah satu hal yang menarik dalam kegiatan tersebut. Menurut Agus Salim, keikutsertaan siswa merupakan inisiatif kepala sekolah karena lokasi sekolah berdekatan dengan permukiman warga.

“Inisiatif kepala sekolahnya karena bertetangga, kebetulan mereka mungkin enggak ada kegiatan, mereka ajak anak muridnya untuk ikut membantu,” katanya.

Baca Juga:  Ranai Darat Sepi, Jemaah Masjid Ibnu Salim Menurun

Selain warga, Babinsa, dan pelajar, kegiatan itu juga melibatkan pengawas proyek yang kebetulan sedang bekerja di wilayah tersebut. Partisipasi berbagai pihak ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan melalui kerja sama masyarakat dan unsur terkait.

Agus Salim mengapresiasi warga Ranai Darat yang selama ini aktif bergotong royong menjaga lingkungan masing-masing. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipertahankan, terutama dalam menghadapi musim utara.

“Kalau masyarakat Ranai Darat alhamdulillah sampai saat ini selalu aktif dan siaplah bergotong royong bersama-sama untuk lingkungan masing-masing. Sama Bu RT beserta warga. Kita juga melibatkan ini beserta pengawas, kebetulan beliau ada proyek di sini kan, beliau ikut aktif berpartisipasi bersama dengan kita juga,” ungkapnya.

Pembersihan dan pendalaman parit secara berkala diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran aliran air saat hujan. Meski demikian, efektivitas pencegahan banjir juga bergantung pada kondisi drainase secara keseluruhan dan intensitas curah hujan.

Gotong royong tersebut sekaligus menjadi sarana menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan langsung para pelajar, semangat kebersamaan dan tanggung jawab menjaga lingkungan diharapkan terus tumbuh di masyarakat Natuna.


Laporan: Dini


📊 Views: 21

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *