“Kepala SMPN 4 Bunguran Timur, Baharudin, S.Pd.I., berharap Polres Natuna rutin memberikan penyuluhan kepada siswa, terutama mengenai pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying). Harapan itu disampaikan setelah kepolisian menggelar sosialisasi dan kegiatan penanaman pohon di sekolah tersebut.”
NATUNA – Kepala Sekolah SMPN 4 Bunguran Timur, Baharudin, S.Pd.I., berharap kegiatan edukasi dan penyuluhan yang dilakukan Polres Natuna di lingkungan sekolah dapat terus berlanjut. Menurutnya, sosialisasi tersebut penting untuk mengingatkan para siswa agar menjaga hubungan baik dan tidak melakukan tindakan yang menyakiti teman.
Harapan itu disampaikan Baharudin setelah jajaran Polres Natuna mengunjungi SMPN 4 Bunguran Timur untuk melaksanakan penanaman bibit pohon serta memberikan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan dan perundungan, Jumat (16/10/2026).
Baharudin menjelaskan, persiapan kegiatan penanaman pohon bermula ketika dirinya menerima telepon dari Lurah setempat sekitar pukul 05.00 WIB. Ia mendapat informasi bahwa pihak kepolisian akan datang ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan penghijauan.
“Dia awal pertamanya tuh Bapak ditelepon sama Ibu Lurah tadi pagi. Kita hari ini didatangi sama Bapak Polisi untuk menanam bibit pohon di sekolah kita. Itu ditelepon sama Ibu Lurah tadi pagi sekitar jam 5.00 itu,” kata Baharudin saat diwawancara Koran Perbatasan di kawasan sekolah.
Setelah menerima informasi tersebut, Baharudin langsung menyampaikan pemberitahuan melalui grup sekolah agar para guru dan siswa mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
“Ibu Lurah bilang, tolong sampaikan kepada guru-guru dan seluruh siswa. Kalau memang ada bibit, bawa bibit dan bawa cangkul. Makanya Bapak ngumumin di grup kita. Suruh sampaikan kepada semua guru dan anak-anak kita,” ujarnya.
Selain penanaman pohon, pihak kepolisian juga memberikan sosialisasi langsung kepada siswa di ruang kelas. Materi yang disampaikan berkaitan dengan pencegahan kekerasan dan perundungan serta pentingnya menjaga sikap terhadap sesama.
Menurut Baharudin, para siswa diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman, baik melalui perilaku maupun perundungan yang merendahkan orang lain.
“Supaya tidak ada mem-bully. Kita harus jaga sesama manusia, berbuat baik kepada sesama manusia. Kita tidak boleh menyakiti kawan,” tuturnya.
Ia menambahkan, perilaku perundungan dapat menjatuhkan harga diri seseorang. Karena itu, siswa perlu memahami pentingnya saling menghormati dan menjaga hubungan baik di lingkungan sekolah.
Baharudin berharap penyuluhan serupa tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat menjadi kegiatan berkelanjutan. Ia menyebut pihak kepolisian telah meminta nomor kontaknya agar koordinasi dapat dilakukan apabila ada program penyuluhan berikutnya.
“Tadi Bapak sudah diminta nomor saya. Itu harapannya kata Bapak Polisi tadi, nanti kalau kami ada penyuluhan, kami tinggal telepon Bapak Kepala Sekolah. Siap, Bapak bilang gitu. Jadi harapan Bapak seperti itu,” ungkapnya.
Ia menilai komunikasi antara pihak sekolah, masyarakat, dan kepolisian perlu terus dijaga agar kerja sama dalam mendukung lingkungan pendidikan yang aman dapat berjalan dengan baik.
“Mudah-mudahan ini berjalan baik, kita antara sekolah kita, masyarakat dengan polisi. Kita bisa menjaga hubungan baik sesama,” katanya.
Menutup keterangannya, Baharudin mengajak masyarakat Natuna untuk menjaga persatuan dan bersama-sama mendukung kemajuan daerah.
“Kepada masyarakat Natuna saya sampaikan, marilah kita bersatu, berjuang supaya Natuna kita lebih maju lagi, lebih mantap. Itu harapannya,” pungkasnya.
Laporan: Dini










