ENERGI & MIGASKALIMANTAN BARATPOTRET PERBATASANSUARA RAKYATTRANSPORTASI

BBM Langka di Pontianak dan Kalbar, Warga Desak Kepastian Distribusi

×

BBM Langka di Pontianak dan Kalbar, Warga Desak Kepastian Distribusi

Sebarkan artikel ini
Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di salah satu SPBU Pertamina di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, saat terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu harapan agar distribusi BBM segera kembali normal. Foto: Koran Perbatasan.

“Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah Kalimantan Barat memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sementara masyarakat menanti kepastian distribusi dari pemerintah dan PT Pertamina.”

Masyarakat Kota Pontianak dan sejumlah daerah di Kalimantan Barat kembali menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat serta memunculkan harapan agar pemerintah bersama PT Pertamina segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab dan langkah penanganan yang dilakukan.

PONTIANAK – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di Kota Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di sejumlah SPBU sejak dini hari hingga malam hari.

Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi. Sejumlah sopir angkutan, pelaku usaha mikro, pekerja harian, hingga masyarakat umum mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Akibat kondisi tersebut, sebagian masyarakat menilai waktu produktif mereka berkurang dan biaya operasional meningkat karena harus mengantre dalam waktu yang cukup lama.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah bersama PT Pertamina segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kelangkaan, kondisi pasokan saat ini, langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan, serta perkiraan waktu normalisasi distribusi BBM agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sejumlah pengamat juga menilai gangguan distribusi BBM berpotensi memengaruhi rantai pasok barang dan jasa apabila berlangsung dalam waktu yang lama. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.

Masyarakat turut meminta pengawasan distribusi BBM diperketat agar penyaluran tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari terbatasnya pasokan.

Baca Juga:  Akses Jalan Segeram – Semintih - Semala Belum Menyatu, Bupati Diminta Membantu

Selain itu, aparat penegak hukum diharapkan melakukan pengawasan sesuai kewenangannya dan menindak setiap dugaan penyimpangan apabila ditemukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku serta didukung alat bukti yang sah.

Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Pontianak maupun beberapa daerah lainnya di Kalimantan Barat. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari PT Pertamina, pemerintah daerah, maupun instansi terkait mengenai penyebab kelangkaan, kondisi distribusi terkini, serta langkah konkret yang sedang dilakukan untuk memulihkan pasokan BBM.

Kelangkaan BBM ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap mobilitas, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik. Masyarakat berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi yang cepat, transparan, dan berkelanjutan. (KP).


Laporan: Irfan


 

📊 Views: 45

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *