Akses Jalan Segeram – Semintih – Semala Belum Menyatu, Bupati Diminta Membantu
Sebarkan artikel ini
Jembatan Gantung Segeram Semala
“Mau tanya bupati, takutnya prioritas provinsi. Harapan besar kami, bupati sampaikan ini kemana?. Kalau misalnya ke provinsi tolong lah disampaikan! Katanya Segeram kampung pertama dan tertua di Natuna. Malah yang tertua tertinggal. Tolong diperhatikan!”
NATUNA – Semintih merupakan salah satu kawasan di RW Segeram, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Saat ini akses jalan darat menuju Semintih masih terputus oleh sebuah sungai.
Ketua Rukun Warga (RW) 007 Segeram, Heru Diwan Arpas menyebut, sudah seharusnya kawasan itu diberikan jalan alternatif yang bisa diakses cepat selain harus melewati dua kecamatan yakni Bunguran Utara dan Bunguran Batubi.
“Memang sudah di bangun jembatan gantung menghubungkan Segeram dan Semala. Hanya saja dari Semala menuju Semintih belum ada jembatan, masih terpisah sungai,” pungkas Heru kepada koranperbatasan.com di Perumahan Nelayan Semintih, Minggu 30 Januari 2022.
Heru menjelaskan, sebelumnya Segeram dan Semala juga terpisah oleh sebuah sungai besar. Alhamdulillah saat ini Segeram dan Semala sudah terhubung oleh sebuah jembatan gantung.
Warga sedang kerja bakti memperbaki jalan Segeram ke Kelarik untuk bisa dilewati.
Bagian hujung jembatan gantung yang sudah selesai di bangun tersebut, terdapat akses jalan darat menuju ke Semala. Sayangnya akses jalan tersebut menurutnya sudah tidak layak digunakan lagi.
“Lama tidak di pakai, batu-batunya timbul. Ada yang putus karena tidak ada saluran irigasi atau drainase. Seharus dulu sudah di timbun, karena lama tidak dikerjakan kena air putus, tidak bisa dilalui kendaraan,” jelasnya.
Pengerasan jalan itu, lanjut Heru memang tidak begitu panjang, bahkan tidak mencapai 1 kilo sudah sampai di Sungai Semala. Sementara pengerasan yang berkisar 3 kilo hanya layak digunakan 1 kilo saja.
Kata Heru, dari Semintih ke Semala memang sudah ada pengerasan lebih kurang sekitar 6 kilo. Oleh karena itu, diharapkan tahun ini atau berikutnya bisa di tambah agar segera terhubung dan bisa difungsikan.
Ketua RW 007 Segeram, Heru Diwan Arpas.
“Biar akses kami dari Segeram ke Semintih lancar, begitu juga sebaliknya. Kami minta tolong disatukan biar saling melengkapi, agar kami bisa lebih mudah berkoordinasi. Seperti Segeram ke Sedanau ujung-ujungnya terpaksa harus melawati laut. Atau mutar jalan darat melawati Kelarik dan Batubi memakan waktu lama,” pungkasnya.
Namun demikian Heru mamastikan bukan berarti tidak ada akses sama sekali. Saat ini ada jalan darat yang bisa ditempuh oleh warga, hanya saja harus melewati dua kecamatan. Selain berbelit-belit, kondisi jalan yang ada juga memprihatinkan. Jika musim panas jalan berdebu, sebaliknya bila musim hujan jalan berlumpur.
Sebagai Ketua RW Segeram, ia berharap akses jalan Segeram ke Semintih secepatnya terselesaikan, begitu juga dengan Segeram ke Kelarik segera di aspal.
“Jika tidak mampu di aspal, pengerasanpun sudah cukup. Kondisi jalan itu sekarang bukan parah lagi, bahkan rasa-rasa saya di Natuna terutama di Pulau Bunguran Besar, Segeram lah yang paling sulit akses jalannya,” beber Heru. (KP).