ANAMBAS

Hadapi Imlek dan Puasa, Anambas Gelar Pasar Murah

10
×

Hadapi Imlek dan Puasa, Anambas Gelar Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jefrizal, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat melalui pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) menjelang Imlek dan bulan suci Ramadan.”

ANAMBAS – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jefrizal, menegaskan bahwa Gerakan Pasar Murah (GPM) akan digelar pada pertengahan Februari 2026 sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan gejolak harga bahan pokok dan meringankan beban masyarakat.

Jefrizal menyampaikan, pelaksanaan Gerakan Pasar Murah dijadwalkan pada 15–16 Februari 2026. Program ini merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan setiap tahun, khususnya dalam menghadapi momen hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.

“Ini memang agenda dinas dan agenda pemerintah daerah setiap tahun. Biasanya dalam setahun kita laksanakan dua sampai tiga kali. Bukan hanya program daerah, tetapi juga merupakan program pusat yang memang diimbau untuk dilaksanakan,” ujar Jefrizal saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, meski secara nasional GPM dilaksanakan serentak pada tanggal tertentu, pelaksanaannya di daerah kepulauan seperti Anambas harus menyesuaikan kondisi cuaca dan logistik.

“Kita daerah kepulauan, kondisi cuaca dan musim utara tentu sangat berpengaruh. Informasi dari BMKG, dalam dua sampai tiga hari ke depan cuaca mulai membaik,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah kapal barang masih tertahan di Tanjungpinang akibat cuaca. Namun jika cuaca membaik, distribusi bahan pokok ke Anambas dipastikan kembali lancar.

“Kalau cuaca bagus, kapal barang masuk, stok bahan pokok terpenuhi, dan kita siap melaksanakan pasar murah. Rencananya di BPMS, ini masih dalam proses administrasi pemerintahan,” katanya.

Terkait jenis komoditas, Jefrizal menjelaskan tidak semua dari sembilan bahan pokok akan tersedia, melainkan disesuaikan dengan stok yang ada.

Baca Juga:  Warga yang Kembali ke Anambas Harus Isolasi Mandiri Selama 14 Hari

“Biasanya beras, minyak goreng, gula, ayam, bawang, sirup. Untuk telur kita lihat nanti dari ketersediaan. Intinya membantu masyarakat menghadapi puasa,” ujarnya.

Ke depan, Disperindag Anambas tidak hanya memusatkan GPM di Tarempa. Pemerintah daerah berencana memperluas pelaksanaan ke pulau-pulau besar lainnya.

“Bukan hanya di Tarempa, ke depan kita lihat kemungkinan di Palmatak dan Jemaja. Tentu dengan mempertimbangkan cuaca, stok barang, dan keterbatasan anggaran,” tutup Jefrizal. (KP).


Laporan: Azmi


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *