“Direktur RSUD Jemaja menegaskan komitmen pelayanan prima di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas, serta mendorong kemandirian rumah sakit berstatus BLUD.”
ANAMBAS – Direktur RSUD Kecamatan Jemaja, Dian Tamalia Rumoga, SKM, menegaskan bahwa visi dan misi pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dipimpinnya tetap mengacu pada program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu, 11 Februari 2026.
Dian menjelaskan, secara prinsip RSUD Jemaja menjalankan visi dan misi pimpinan daerah sebagai pedoman utama pelayanan. Visi rumah sakit sendiri menitikberatkan pada pelayanan kesehatan yang profesional, berdaya saing, maju, dan bersahabat.
“Visi dan misi rumah sakit tetap turunan dari misi Bupati, yakni memberikan pelayanan yang utuh, terpadu, profesional, merata, dan memuaskan,” ujarnya.
Ia merinci, terdapat empat misi utama yang menjadi acuan kerja. Pertama, memberikan pelayanan kesehatan secara utuh dan profesional. Kedua, meningkatkan potensi dan mutu personel melalui pendidikan dan pelatihan. Ketiga, melengkapi sarana, prasarana, dan peralatan rumah sakit sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan. Keempat, menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan rumah sakit.
RSUD Jemaja juga memiliki moto pelayanan “AMANAH”, yang merupakan akronim dari Aman, Mudah, Akurat, Nyaman, Akuntabel, dan Handal. Moto tersebut menjadi standar etika dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Namun demikian, Dian tidak menampik adanya sejumlah keterbatasan, terutama dari sisi pembiayaan. Meski telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUD Jemaja diakui belum sepenuhnya mandiri secara finansial.
“Untuk rutinitas perkantoran saja kami masih mengandalkan dukungan dari Dinas Kesehatan. Program kegiatan pun masih mengacu pada rencana yang ditetapkan dinas,” katanya.
Ia juga mengakui kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada perencanaan pengembangan sarana dan prasarana kesehatan. Sejumlah rencana pengadaan belum dapat direalisasikan secara optimal.
Saat ini RSUD Jemaja telah memiliki empat dokter spesialis, yakni spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, serta spesialis anestesi dan terapi intensif. Dua di antaranya merupakan program pemberdayaan dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan yang baru ditempatkan di rumah sakit tersebut.
“Harapan kami, dengan adanya dokter spesialis ini dapat menekan angka rujukan pasien ke luar daerah,” ujarnya.
Kendati demikian, kebutuhan obat-obatan spesialistik dan sejumlah perlengkapan medis masih dalam tahap perencanaan pengadaan tahun ini. Tiga rumah sakit di Anambas juga mulai diarahkan untuk lebih mandiri dalam proses belanja obat sesuai kebutuhan masing-masing.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Jemaja masih menghadapi kekurangan tenaga. Saat ini total tenaga medis dan nonmedis berjumlah 91 orang.
Dian menambahkan, Pemerintah Daerah saat ini memprioritaskan pengembangan rumah sakit tipe C, sehingga RSUD Jemaja tetap fokus mengoptimalkan jenis layanan yang tersedia, khususnya pelayanan kebidanan dan layanan kegawatdaruratan.
“Prioritas kami tetap memberikan pelayanan prima meskipun masih banyak keterbatasan di lapangan,” terangnya. (KP).
Laporan : Azmi
Editor : Dhitto










