“Tower jaringan di Desa Kiabu kembali aktif setelah sempat mati tiga bulan akibat mengalami gangguan”
ANAMBAS – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Kadir, memastikan jaringan telekomunikasi di Desa Kiabu kembali aktif setelah mengalami gangguan selama kurang lebih tiga hingga empat bulan akibat kerusakan perangkat.
Abdul Kadir menjelaskan, selama beberapa bulan terakhir masyarakat Desa Kiabu mengeluhkan jaringan telekomunikasi yang tidak berfungsi. Gangguan tersebut disebabkan adanya perangkat yang mengalami kerusakan pada tower.
“Memang ada alat yang rusak, sehingga tower di Desa Kiabu sempat tidak aktif kurang lebih tiga atau empat bulan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menyebutkan, permasalahan tersebut akhirnya dapat teratasi setelah tim teknisi dari Bakti melakukan perbaikan dan penggantian perangkat yang rusak.
“Dengan datangnya tim teknisi dari Bakti, alat tersebut sudah diganti dan hari ini alhamdulillah sudah kembali on,” katanya.
Dengan aktifnya kembali jaringan tersebut, pemerintah daerah berharap aktivitas komunikasi masyarakat dapat kembali normal. Apalagi, kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini membuat komunikasi menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi warga yang berprofesi sebagai nelayan.
Menurut Abdul Kadir, keberadaan sinyal sangat membantu nelayan yang melaut di wilayah Kiabu untuk tetap terhubung dengan keluarga di rumah.
“Kalau nelayan sudah berhari-hari tidak pulang tentu ada kekhawatiran dari keluarga. Dengan adanya sinyal ini, mudah-mudahan komunikasi dapat tersambungkan dengan baik,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan layanan jaringan di wilayah tersebut dapat terus terjaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan darurat. (KP).
Laporan : Azmi
Editor : Dhitto










