ADVERTORIAL & LIPSUSANAMBASKABAR UTAMAKEPULAUAN RIAUNASIONALPARLEMENTARIA

Gelar Reses di Desa Nyamuk, Ketua Komisi III DPRD Anambas Bahas Prioritas Pembangunan

585
×

Gelar Reses di Desa Nyamuk, Ketua Komisi III DPRD Anambas Bahas Prioritas Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Anambas Adnan, didampingi Plt. Camat Siantan Timur Arpandi saat melaksanakan kegiatan reses di Desa Nyamuk.

ANAMBAS – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Adnan, melaksanakan kegiatan reses di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Rabu (3/12/2025). Pertemuan tersebut menjadi ajang pemerintah kecamatan menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas masyarakat di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sedang dilakukan efisiensi.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Siantan Timur, Arpandi, mengakui bahwa situasi keuangan daerah saat ini tidak dalam kondisi ideal. Namun, ia tetap menyampaikan harapan dan cita-cita masyarakat Desa Nyamuk yang diinginkan dapat mulai diperjuangkan secara bertahap.

“Saya memahami APBD tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Anambas sedang mengalami efisiensi. Namun secara umum, kami memiliki cita-cita yakni pembangunan alun-alun di Desa Nyamuk,” kata Arpandi di hadapan anggota dewan dan masyarakat yang hadir.

Selain alun-alun, pihak kecamatan juga meminta perhatian terhadap kelanjutan pembangunan jalan lingkar Desa Nyamuk menuju Ruap. Saat ini, tersisa sekitar 200 meter ruas jalan yang belum terselesaikan.

“Kami juga ingin jalan lingkar Desa Nyamuk menuju Ruap yang sisanya 200 meter segera dilanjutkan. Harapan kami bapak-bapak dewan bisa memilih mana keinginan masyarakat yang dapat diakomodir,” ujarnya.

Arpandi juga menyampaikan kebutuhan dasar lain yang dinilai penting bagi warga, yakni pengadaan mobil jenazah untuk menunjang pelayanan sosial di wilayah tersebut.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Anambas, Adnan, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam reses tersebut bertujuan untuk meninjau langsung data serta rekap usulan pembangunan yang disampaikan pihak Kecamatan Siantan Timur.

“Kami datang ke sini untuk melihat data-data atau rekapannya, mana pembangunan yang lebih penting dan lebih mendesak untuk didahulukan,” ujar Adnan.

Mengenai usulan pembangunan alun-alun, Adnan menilai hal itu merupakan keinginan wajar masyarakat. Namun, dengan melihat kondisi keuangan daerah saat ini, pembangunannya belum bisa dilakukan secara langsung dalam waktu dekat.

Baca Juga:  Pemkab Natuna Akan Buka Pasar Kaget

“Tadi pihak kecamatan ada keinginan membangun alun-alun. Namun, melihat kondisi keuangan daerah saat ini tidak memungkinkan. Tapi kita tetap bisa membangunnya pelan-pelan, minimal ada progres,” katanya.

Lebih lanjut, Adnan menyoroti pentingnya pembangunan jalan lingkar Bajau yang dinilai memiliki banyak manfaat bagi konektivitas dan pertumbuhan wilayah. Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Balai Pelaksanaan Jangan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau untuk memperjuangkan ruas tersebut masuk dalam perencanaan nasional.

“Kami sudah menghadap BPJN Kepulauan Riau, dan kita usahakan dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) jalan lingkar Bajau ini bisa masuk. Karena itu, saya minta pihak Kecamatan Siantan Timur menyiapkan surat pernyataan atau spanduk dukungan dari masyarakat, supaya ada dasar bagi kami untuk memperjuangkannya,” jelas Adnan.

Menurutnya, pembangunan jalan lingkar Bajau nantinya direncanakan melalui pendanaan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), sehingga dukungan masyarakat dan kelengkapan administrasi menjadi hal yang penting sebagai penguat usulan.

Meski APBD murni 2026 telah disusun, Adnan membuka peluang mendorong usulan yang bersifat mendesak dapat diakomodir melalui APBD Perubahan mendatang.

“Kalau ada yang memang urgent di sini, akan saya dorong di APBD Perubahan,” tutupnya.

Kegiatan reses ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, dewan perwakilan, dan masyarakat dalam menentukan skala prioritas pembangunan, terutama dalam situasi anggaran yang terbatas. (KP).


Laporan : Azmi

Editor : Dhitto


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *