Padahal perpanjangan landasan bandara sudah selesai dengan harapan menarik maskapai komersial reguler masuk ke Natuna. Aset bandara tersebut kemudian diserahkan kembali ke pemerintah pusat, sehingga dibutuhkan komunikasi intensif agar penerbangan reguler dapat ditetapkan.
“Kita ingin mobilitas masyarakat lancar dan pariwisata hidup,” ujar Rusdi.
Rusdi berharap pemerintah pusat dan provinsi memahami kondisi unik Natuna yang berada di beranda terdepan NKRI, sehingga tidak boleh terus dibatasi hanya karena masalah kewenangan.
Ia juga berharap keberadaan PWI di Natuna dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan. Sebagai penyampai informasi yang akurat kepada publik, sekaligus kontrol sosial yang konstruktif demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan berpihak pada masyarakat.
“Mudahan PWI semakin solid. Saya harap PWI terus menjaga profesionalitas, memperkuat kapasitas wartawan, dan menghadirkan pemberitaan yang edukatif sehingga kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga,” tutup Rusdi. (KP).
Laporan : Ran










