ANAMBASKABAR UTAMAKEPULAUAN RIAUNASIONALPARLEMENTARIAPERISTIWA

BPBD Anambas Susun Rekomendasi Perbaikan Infrastruktur Pasca-Pemantauan Banjir Rob

395
×

BPBD Anambas Susun Rekomendasi Perbaikan Infrastruktur Pasca-Pemantauan Banjir Rob

Sebarkan artikel ini
Potret Kepala Pelaksana BPBD Anambas, Rovaniyadi.

ANAMBAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas tengah menyusun rekomendasi perbaikan infrastruktur berbasis hasil evaluasi pemantauan titik rawan banjir rob (air pasang) yang dilakukan baru-baru ini. Langkah ini sebagai upaya antisipasi jangka panjang menanggapi fenomena tahunan di wilayah pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Anambas, Rovaniyadi, saat dikonfirmasi oleh koranperbatasan.com di kantornya pada Senin (5/1/2026), menjelaskan bahwa pemantauan difokuskan pada titik-titik rendah yang secara konsisten terdampak setiap kali air pasang tinggi.

“Itu titik rawan yang kita coba pantau. Nantinya, evaluasi ini akan kita usulkan kepada pimpinan, dalam hal ini Bupati, untuk segera diantisipasi,” ujarnya

Berdasarkan pemantauan, genangan terjadi di sejumlah titik seperti Jalan Kartini, Jalan Olahraga, Jalan Raden Saleh, serta lingkungan SMP Negeri 2 Tarempa yang halaman sekolahnya tenggelam. Sementara itu, lokasi seperti Jalan Patimura Sungai Sugi belum melimpah.

Meski menyebabkan genangan hingga masuk ke halaman rumah warga dan memutus akses jalan, kerusakan struktural berat seperti rumah pecah dapat dihindari.

“Itu tidak terjadi karena kita sudah melakukan sosialisasi. Misalnya, agar papan lantai rumah cepat dibuka jika diperlukan, sehingga tekanan gelombang tidak merusak struktur,” jelas Rovaniyadi.

Pasca-evaluasi, BPBD akan menyusun kaji cepat untuk mendetailkan kebutuhan perbaikan. Rekomendasi yang akan diajukan meliputi peninggian jalan yang sering terendam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta peninggian halaman sekolah seperti di SMPN 2 melalui Dinas Pendidikan.

Koordinasi menjadi kunci dalam penanganan ini. BPBD mengandalkan informasi real-time dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikirimkan setiap 2 hingga 4 jam ke dalam grup koordinasi bencana. Data prediksi cuaca, gelombang, dan arah angin ini menjadi dasar penyusunan sistem peringatan dini (early warning system) dan rencana tanggap.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Akui RSUD Natuna Kekurangan Dokter Spesialis Tetap

“Kita sudah ada grup Sinergi Siaga Bencana yang melibatkan OPD, Polres, Lanal, Kodim, kecamatan, hingga kelurahan. Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh BPBD sendiri, tetapi perlu koordinasi penuh lintas instansi dari pencegahan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi,” tegas Rovaniyadi.

Rovaniyadi kembali menghimbau masyarakat, khususnya di kawasan pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta menyelamatkan barang berharga, siap siaga, dan segera berkoordinasi dengan tim reaksi cepat BPBD di tingkat kecamatan jika memerlukan bantuan evakuasi atau melaporkan kejadian.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memindahkan barang atau evakuasi dapat menghubungi tim kami. Yang penting, selalu waspada dan laporkan kejadian ke tim di lapangan,” pesannya.

Dengan langkah ini, BPBD berharap dapat mengurangi dampak banjir rob di masa depan melalui perbaikan infrastruktur yang tepat sasaran dan partisipasi aktif seluruh pihak. (KP).


Laporan : Azmi

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *