NATUNA – Pemerintah Desa Tanjung menetapkan ketahanan pangan, penanganan stunting, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai program prioritas utama tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Tanjung, Mat Nawawi, kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Senin, 08 September 2025.
“BLT itu jelas, karena merupakan program nasional, wajib kami jalankan. Selain itu, fokus kami adalah ketahanan pangan dan penanganan stunting. Untuk fisik, tahun ini sudah ada pembangunan gazebo yang menggunakan Dana Desa,” ujar Mat Nawawi.
Menurutnya, sumber anggaran pembangunan desa berasal dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dengan peruntukan berbeda. DD tahun ini berkisar Rp600 juta lebih, dialokasikan untuk BLT, ketahanan pangan, kegiatan kader stunting, Posyandu, hingga BUMDes. Sementara ADD diarahkan untuk membiayai gaji perangkat desa, RT/RW, tunjangan, serta operasional kantor.
Terkait pencairan, Mat Nawawi menjelaskan bahwa mekanisme pencairan DD dilakukan dua tahap, yakni 60 persen pada tahap pertama dan 40 persen pada tahap kedua. Sedangkan ADD ditransfer setiap bulan oleh pemerintah daerah ke rekening desa.
“Anggaran itu turunnya bertahap, jadi tidak bisa sekaligus kita realisasikan semua kegiatan. Kalau sudah cair, baru bisa kita jalankan sesuai dengan kesepakatan dalam APBDes. ADD biasanya turun setiap bulan, tapi kadang awal tahun baru cair setelah dua atau tiga bulan,” jelasnya.
Mat Nawawi menambahkan, seluruh proses keuangan desa kini lebih transparan karena semua transaksi dilakukan melalui transfer rekening.
“Hari ini bendahara desa tidak boleh lagi pegang uang tunai. Semua gaji perangkat, RT/RW, hingga belanja kegiatan harus lewat transfer. Jadi laporan keuangan lebih jelas, langsung masuk ke rekening penerima,” tegasnya.
Untuk tahun ini, Desa Tanjung juga menyiapkan program ketahanan pangan berbasis infrastruktur, khususnya pembangunan jalan desa. Namun, realisasinya masih menunggu pencairan tahap kedua Dana Desa. “Insya Allah bulan depan sudah mulai kerja untuk kegiatan jalan desa,” kata Mat Nawawi.
Meski anggaran terbatas, Mat Nawawi menyatakan bahwa kerja sama antara desa, pemerintah daerah, kecamatan, hingga DPRD sudah berjalan baik. “Menurut saya sudah bagus. Jangan kita banyak protes, karena kondisi anggaran memang begitu. Yang penting kita jalankan sesuai kemampuan dan realitas. Insya Allah aman,” tuturnya.
Dengan prioritas pada BLT, stunting, dan ketahanan pangan, Pemerintah Desa Tanjung berharap program tahun 2025 ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi desa di tengah keterbatasan anggaran. (KP).
Laporan : Fergi










