“SMP Nurul Jannah Natuna fokus membentuk generasi unggul dan berakhlak mulia melalui tahfiz Al-Qur’an, penguatan karakter, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, serta kemitraan dengan orang tua”
NATUNA – Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMP Nurul Jannah, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Ferri Irawan, S.Pd., M.Pd., Gr., menegaskan sekolahnya berkomitmen membangun generasi unggul dan berakhlak mulia.
Kata Ferri fokus utama SMP Nurul Jannah yang berbasis pesantren adalah program tahfiz Al-Qur’an, di mana siswa ditargetkan menghafal tiga juz dalam tiga tahun masa pendidikan. Menjadi fokus utama yaitu membangun generasi yang unggul dan berakhlak mulia.
“Sekolah menekankan siswa tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang baik dan moral yang kuat. Karena berbasis pesantren, fokus utama kami adalah mendorong anak-anak menghafal Al-Qur’an. Mereka diharapkan mampu menghafal Al-Qur’an dalam waktu tiga tahun berada di SMP Nurul Jannah,” kata Ferri kepada koranperbatasan.com di Ruang Majelis Guru, Rabu, 01 Oktober 2025.
Menurut Ferri target sekolah ini adalah setiap siswa minimal menghafal satu juz per tahun.
“Kami targetkan tiga juz dalam tiga tahun, tapi tidak menutup kemungkinan ada siswa yang lebih giat menghafal. Banyak alumni SMP Nurul Jannah yang sudah lulus dengan capaian hafalan 8 juz, 10 juz bahkan 15 juz,” ujarnya.
Ferri menjelaskan SMP Nurul Jannah mengintegrasikan pendidikan karakter dalam dua kurikulum sekaligus, yaitu kurikulum pesantren dan kurikulum sekolah umum. Setiap pembelajaran di kaitkan dengan nilai-nilai keagamaan. Sebelum pelajaran dimulai anak-anak berdoa, dan setelah pembelajaran selesai juga berdoa.
“Di malam hari ada kegiatan tambahan seperti pembelajaran kitab, kajian keagamaan, nahwu, dan bahasa Arab,” jelasnya.
Ferri menerangkan sekolah ini juga sudah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Melakukan inovasi, di antaranya kegiatan pembelajaran yang menggunakan IT. Setiap kelas sudah mempunyai smart TV. Anak-anak dan guru menggunakan smart TV saat pembelajaran berlangsung.
“Kami juga memiliki Chromebook sehingga anak-anak tidak ketinggalan teknologi,” terangnya.
BACA JUGA: SMA Nurul Jannah Natuna Usung Tiga Pilar Unggulan: IT, Life Skill, dan Karakter Pesantren
Terkait kesulitan belajar siswa, Ferri memastikan SMP Nurul Jannah menggunakan pendekatan personal. Guru dan siswa saling menguatkan mencari solusi. Guru melakukan evaluasi setiap akhir pembelajaran sehingga tahu siswa yang belum memahami materi.
“Siswa yang bersangkutan kami panggil secara personal untuk ditanya kendalanya. Ada yang mondok, ada yang tidak, sehingga kendalanya berbeda. Anak yang mondok lebih mudah dipantau pembina, sementara yang tidak mondok kendalanya bisa di rumah,” pungkasnya.
Ferri mengungkapkan untuk pencegahan bullying, SMP Nurul Jannah melakukan sosialisasi dan membuat aturan tegas. Membuat aturan dan sanksi bagi anak yang melakukan bullying. Dengan aturan ini anak-anak jadi punya efek jera dan tidak berani melakukan bullying lagi, Kerja sama sekolah dengan orang tua juga dinilai sangat penting.










