NATUNA – SD Negeri 004 Ceruk, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, menempatkan pembangunan karakter dan iman sebagai fokus utama dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Sekolah, Matjais, S.Pd.SD, kepada koranperbatasan.com dalam wawancara di ruang tamu sekolah pada Senin, 15 September 2025.
Berdasarkan visi sekolah, yaitu “Terwujudnya murid SDN 004 Ceruk yang beriman, bertakwa, berkarakter, berprestasi dan berbudaya,” Matjais menjelaskan bahwa seluruh program pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.
“Dari visi misi itu insyaallah akan kami kembangkan untuk bagaimana siswa SDN 004 Ceruk… bisa menjadi beriman dan bertakwa, selanjutnya bagaimana menumbuhkan karakter dan juga berprestasi,” ujar Matjais.
Untuk mendorong kreativitas dan menangani siswa yang lambat dalam menangkap pelajaran (seperti membaca dan menulis), sekolah menerapkan pendalaman materi dan belajar tambahan di luar jam efektif. Siswa dengan kemampuan berbeda ditangani secara berkelompok berdasarkan tingkat pemahamannya.
“Anak yang tidak bisa baca itu ‘yok sini’. Kadang-kadang kami suruh bawa bekal, ‘nanti bawa bekal ye, karena kita ini baliknya begitu habis sholat di surau, belajar ulang lagi belajar membaca’,” jelas Matjais mencontohkan komitmen guru-gurunya.
Sekolah menerapkan sistem penilaian holistik dalam menilai kenaikan kelas. Bagi siswa yang secara akademik lambat tetapi memiliki karakter baik, kehadiran rajin, dan sopan santun, tetap dimungkinkan untuk naik kelas. Pertimbangan usia juga menjadi faktor, dimana siswa yang sudah berusia 15 tahun akan dinaikkan untuk kemudian melanjutkan ke jenjang SMP.
“Kita pertimbangkan, pertama untuk kenaikan kelas kita pertimbangan umurnya… tapi di situlah penilaiannya kita untuk menaikkan kelas itu,” tambahnya.
Dalam menangani kenakalan dan perilaku negatif seperti bullying verbal yang kerap terjadi, sekolah mengambil pendekatan preventif dengan pengawasan ketat dan kerja sama dengan orang tua.
“Pertama kalau ada hal yang di luar kemampuan kami, kami libatkan guru, orang tua, kepala sekolah, komite sekolah,” jelas Matjais. Strategi seperti memberikan peringatan akan menghubungi orang tua terbukti efektif untuk menciutkan nyali siswa yang nakal.
Matjais mengakui tantangan yang dihadapi, seperti listrik yang sering padam dan koneksi internet yang tidak stabil. Namun, hal itu tidak menyurutkan komitmen sekolah untuk memberikan yang terbaik.
Harapannya ke depan adalah agar semua siswa dapat menuntaskan pendidikan dasar di SDN 004 Ceruk dan mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga dapat berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (KP).
Laporan : Fergi










