KABAR UTAMAKEPULAUAN RIAUNASIONALNATUNAPARLEMENTARIAPENDIDIKANRAGAM DAERAH

HMI Bedah Buku, Gagas Tradisi Kritis Mahasiswa Natuna

508
×

HMI Bedah Buku, Gagas Tradisi Kritis Mahasiswa Natuna

Sebarkan artikel ini
Potret Ketua Umum HMI Cabang Natuna, Aprianti, bersama Kepala Dinas Perpusatkaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Natuna, H. Erson Gempa Afriandi, S.Sos., MA.

NATUNA – Dalam upaya memperkuat kesadaran intelektual dan semangat berpikir kritis di kalangan mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Natuna menggelar kegiatan diskusi dan bedah buku berjudul Ideologi Gerakan Pasca-Reformasi yang berlangsung di Perpustakaan Daerah H. Idrus M. Tahar, Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Ketua Umum HMI Cabang Natuna, Aprianti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari inisiatif HMI dalam merespons situasi sosial politik daerah serta rendahnya kapasitas berpikir kritis mahasiswa.

“Urgensinya adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu sosial politik yang berkembang. Sekaligus membangun tradisi berpikir yang logis dan berbasis data,” jelasnya.


Potret suasana saat detik-detik dimulainya acara diskusi dan bedah buku dengan judul “Ideologi Gerakan Pasca-Reformasi”.

Buku Ideologi Gerakan Pasca-Reformasi dipilih sebagai bahan kajian karena dinilai relevan dengan dinamika ideologi yang berkembang di Indonesia. Menurut Aprianti, ideologi memiliki pengaruh besar terhadap arah gerakan sosial dan politik hari ini.

“Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana ideologi membentuk realitas sosial dan politik. Dari situ, mereka bisa bersikap dan bertindak secara terarah,” tambahnya.

BACA JUGA: Juli Putrawan: Gerakan Mahasiswa Tak Hanya Demo, Buku Juga Senjata Perubahan

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peluncuran kerja sama antara HMI Cabang Natuna dengan Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kabupaten Natuna, yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses literasi dan mendorong lahirnya forum-forum diskusi lanjutan.


Potret suasana saat penanda tanganan nota kesepahaman Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara HMI Cabang Natuna dan Perpustakaan Daerah H. Idrus M. Tahar.

Aprianti menegaskan bahwa diskusi dan literasi adalah kebutuhan mendasar bagi mahasiswa, terutama di daerah perbatasan seperti Natuna.

Baca Juga:  Aktifitas Jalan Terus, Dermaga Bongkar Muat Tambang Pasir Keperluan Ekspor di Natuna Abaikan Izin Lingkungan

Aprianti juga menekankan pentingnya membangun ruang-ruang diskusi tidak hanya secara formal, tapi juga informal, di berbagai tempat publik.

“Kami ingin hidupkan kembali budaya berpikir dan berdiskusi mahasiswa, dari ruang formal hingga warung kopi. Ini bagian dari upaya membangun generasi muda yang sadar literasi dan kritis terhadap pembangunan daerah,” tutupnya.


Laporan : Dhitto

Editor : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *