NATUNA – Berbagai elemen mahasiswa, pelajar, dan organisasi pemuda di Kabupaten Natuna bergerak cepat menggalang dana untuk membantu para korban kebakaran yang melalap tujuh rumah di Sedanau, Natuna, empat hari yang lalu. Aksi kemanusiaan ini digagas sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah.
Aksi penggalangan dana yang digelar pada Rabu, 17 September 2025, ini dipusatkan di empat titik strategis di Ranai, yaitu di depan Gerai Internet Center (GIC) Masjid Agung, di kawasan Pantai Piwang (terbagi di dua lokasi: dekat taman main anak dan dekat area warung), serta di Lampu Merah Bendersyah. Secara total, sekitar 30 relawan turun langsung untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat dan berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp8.091.000.00.

Muhammad Raus, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Natuna yang juga bertindak sebagai penggerak inisiatif ini, menyatakan bahwa kegiatan ini murni merupakan gerakan bersama. “Ini adalah keinginan kami bersama. Saya sebagai pendorong, tetapi lebih banyaknya adalah inisiatif kami bersama, Maswa STAI Natuna,” ujarnya di Kampus STAI Natuna.
Raus menjelaskan bahwa pihak yang terlibat sangat luas, mencakup internal kampus seperti organisasi mahasiswa dan HIMA STAI Natuna, serta organisasi eksternal seperti Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Natuna, Korps Himpunan Mahasiswa Putri Indonesia Cabang Natuna, Komunitas Kompas Benua, perwakilan pelajar, Pramuka (Kwartir Cabang Natuna), Generasi Berencana (Genre), dan Forum Anak Kabupaten Natuna.

Mengenai mekanisme penyaluran bantuan, Raus mengungkapkan bahwa telah dilakukan rapat koordinasi. “Kalau tidak memungkinkan kami ke Sedanau, ada informasi bahwa salah satu korban berada di Ranai. Beliau pemilik rumah pribadi di Sedanau yang ikut terbakar, selain itu yang lain adalah gudang, kemungkinan Gudang Cina. Kami rencananya akan menyerahkan bantuan langsung kepada beliau,” jelas Raus.
Untuk memastikan transparansi dan penghargaan kepada para donatur dan relawan, penyerahan bantuan akan dihadiri oleh perwakilan awak media dan komunitas. “Kami akan mengajak awak media juga dari perwakilan komunitas untuk mendampingi agar mereka yang turun [jadi relawan] merasa dihargai perjuangannya,” tambahnya.

Dalam pernyataannya, Muhammad Raus menyampaikan harapan yang mendalam, khususnya untuk pemerintah daerah. Raus menekankan bahwa kejadian kebakaran di Sedanau bukanlah hal yang pertama kali terjadi. “Harapannya pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah yang memang rawan. Pemerintah harus menyiapkan peralatan-peralatan yang cepat tanggap untuk memadamkan api yang memang sulit dipadamkan ketika fasilitas terbatas. Jadi saya harapkan pemerintah tidak main-main dengan kebakaran yang terjadi ini,” tegas Raus.
Raus juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan elektronik dan segala sesuatu yang rawan memicu kebakaran.

Senada dengan Raus, Naila, yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) penggalangan dana, juga menyampaikan permintaan khusus untuk pemerintah. “Untuk pemerintah daerah sini, permintaan saya cuma tolong diberi alat pemadam di Sedanau walaupun tempat terpencil. Setidaknya sedikit bantuan dari mereka itu bisa mengurangi kejadian yang terjadi. Kita menghindari, gitu loh,” ujar Naila.
Raus dan Naila menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Raus berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa, komunitas, dan organisasi luar yang telah peka terhadap kondisi sosial. “Masyarakat korban kebakaran memang sangat membutuhkan uluran tangan kita kita selaku anak muda,” katanya.

Raus juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah menyisihkan rezekinya. Naila menambahkan apresiasi khusus untuk para relawan. “Untuk tenaga yang turun langsung saya juga sangat berterima kasih karena mereka bisa lewat tenaga, yang tidak semua orang bisa lewat rezeki,” pungkas Naila.
Aksi solidaritas ini diharapkan dapat memberikan bantuan yang tepat sasaran bagi para korban dan menjadi pengingat akan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menangani bencana kebakaran di daerah rawan. (KP).
Laporan : Nisa Andini










